Investor Ramai-ramai Jual Rugi

RADAR PALEMBANG, INVESTOR-Longsornya IHSG selama dua hari terakhir sejak libur lebaran berakhir akibat krisis pasar keuangan yang terjadi di Amerika Serikat (AS)  membuat investor lokal panik. Rata-rata separuh investor yang bertransaksi melalui perusahaan securitas di kota ini melakukan cut loss (jual dalam kondisi merugi).


Investor Trimegah Securities yang melakukan proses cut loss ini mencapai 50 persen dari total investor yang ada. Kebanyakan mereka melakukan trading menggunakan dana margin (dana perusahaan securitas) yang telah jatuh tempo. ’’Mereka banyak lakukan pembelian saham ketika indeks ada di level 2000-an, sedangkan sekarang indeks sudah 1.600-an,’’ tutur Pimpinan PT trimegah Securities Dodi Koswara, kemarin.
Diakui dia, meskipun idealnya saat harga anjlok seperti sekarang semestinya investor lakukan pembelian. Namun investor masih belum siap. Malahan investor yang memanfaatkan momen ini dengan membeli saham hanya sekitar 5-10 persen saja. Jauh lebih kecil dibandingkan mereka yang khawatir dan memilih menjual portofolio sahamnya.
Adapun mengenai investor reksadana saham di Trimegah, sejauh ini, sambung Dody, masih aman-aman saja. Belum ada yang melakukan aksi jual besar-besaran (redemtion). Jangka waktu reksadana yang lebih panjang mampu meredam keinginan investor untuk menjual. Masih ada kemungkinan harga perunit (NAB) menguat kembali. Rata-rata jangka waktu reksadana yang dijual Trimegah, lebih dari satu tahun.
Indikasi ’larinya’ dana investasi ke reksadana terproteksi mengingat investasi ini dianggap lebih aman dibandingkan instrumen lainnya, dikatakan dia, sejauh ini tidak ada. Dody menduga, kebanyakan investor memindahkan dananya ke deposito bank. Bunga deposito yang sekarang ditawarkan tinggi memacu ketertarikan investor.
Proses cut loss juga dilakukan investor Sentra Investasi Danareksa (SID), tercatat sekitar 40 persen investor di securitas itu menjual portofolio sahamnya meski belum sebanding dengan harga saat pembelian. Investor banyak melakukan pembelian ketika IHSG ada di level 2.200-2.400. ”Umumnya nasabah yang trading harian lakukan cut loss,” tegas Pemimpin SID Palembang Aidil Idham.
Tak hanya investor saham yang panik, melainkan juga investor reksadana khususnya reksadana berbasis saham baik syariah (Dinar) maupun reksadana biasa. Sejak pembukaan pasar Senin (6/10), investor langsung lakukan penjualan besar-besaran (redemtion). Apalagi setelah melihat kondisi pasar bursa yang langsung terpuruk saat hari pertama perdagangan pasca libur.
Total redemtion selama satu hari itu yang dilakukan nasabah reksadana SID di Palembang mencapai Rp 1,5 miliar. ’’Sebelum mereka lakukan redem, investor konsultasi dulu dengan kami. Supaya kerugian tidak lebih banyak kami sarankan untuk melakukan langkah itu,’’ucap Aidil. Langkah yang diambil investor itu lantaran indeks masih sulit diprediksi, analisa analis kini salah semua.
Pemindahan dana ke reksadana terproteksi, kata dia, sulit dilakukan. Reksadana terproteksi ada batas waktu pembeliannya. Untuk produk SID, penerbitan telah dilakukan awal tahun ini sehingga sekarang tidak dijual lagi.(ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: