Jimly Mengakui Rikuh di MK


Pamitan SBY, Masih Rahasiakan Tugas Barunya

RADAR PALEMBANG, MAHKAMAH KONSTITUSI-Anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie kemarin berpamitan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor presiden. Mantan ketua MK itu diantar oleh Ketua MK Moh. Mahfud MD, Wakil Ketua MK Abdul Mukhtie Fadjar, anggota MK Akil Mochtar, Ahmad Shodiki, dan Maria Farida Indrati.


Kepada wartawan di kantor presiden Jimly menyampaikan alasan pengunduran dirinya dari MK. Menurut Jimly, keputusan mundur dari MK diambil setelah mempertimbangkan usulan dan saran dari banyak pihak. Mulai dari para hakim, sekjen MK, panitera, dan sejumlah karyawan MK.
’’Mungkin para karyawan MK menjadi rikuh setelah saya tidak jadi ketua MK. Dan saya juga ikut rikuh,’’ kata Jimly kemarin. Sehingga, menurut Jimly, alasan pengunduran dirinya lebih bersifat psikologis, bukan teknis apalagi politis. ’’Supaya pimpinan baru dan lainnya lancar, tidak rikuh,’’ sambungnya.
Jimly enggan menjelaskan secara gamblang bentuk kerikuhan yang dialami dirinya dan karyawan MK. Menurut Jimly, permasalahan itu sulit dijelaskan tapi bisa dirasakan.
Apakah ada masalah dengan pimpinan MK atua hakim konstitusi lainnya? Jimly secara tegas membantah. Menurut Jimly, dirinya tidak punya masalah sama sekali dengan para hakim maupun pimpinan MK. ’’Sejak tahun lalu saya yang meminta Pak Mahfud masuk MK dan saya gadang-gadang sebagai pengganti saya,’’ kata Jimly.
Guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia (UI) itu akan resmi mundur dari MK pada akhir November 2008. ’’Sebenarnya bisa saja saya langsung mundur. Tapi kurang etis. Saya ingin memberi kesempatan kepada DPR untuk memilih dulu hakim konstitusi yang baru pengganti saya,’’ katanya.
Dalam kesempatan itu Jimly juga belum bersedia memaparkan rencananya setelah meninggalkan MK.  Soal isu yang menyebut dirinya mengincar posisi ketua Mahkamah Agung (MA), Jimly juga menjawab diplomatis. ’’Ketua MA itu dipilih dari dan oleh anggota MA. Sama seperti MK. Tidak bisa dari luar,’’ katanya.
Apakah akan merintis jalan menjadi capres/cawapres? ’’Ada kiai bilang kalau sudah jadi negarawan jangan turun menjadi politisi,’’ kilah Jimly.
Jimly memastikan dirinya akan tetap mengabdi kepada bangsa. ’’Saya akan ada tugas baru, tempat mengabdi baru. Tapi masih rahasia. Nanti sajalah,’’ katanya.
Sebelumnya Ketua MK Mahfud MD menjelaskan bahwa kemarin selain bertemu dengan presiden, dirinya juga menemui Ketua DPR Agung Laksono. Mahfud menyerahkan surat pengunduran Jimly sebagai hakim konstitusi. ’’Ini harus segera disampaikan agar DPR segera menentukan hakim konstitusi pengganti Pak Jimly,’’ kata guru besar hukum tata negara Universitas Islam Indonesia itu.
Bagaimana respons presiden? Menurut Mahfud, presiden menyampaikan terima kasih kepada Jimly yang sudah membesarkan MK selama lima tahun. ’’Presiden juga saya sepakat MK harus meneruskan perjuangan yang sudah diawali oleh Pak Jimly,’’ katanya
Mahfud menjamin  tidak akan ada goncangan setelah MK ditinggal Jimly. Pertama, karena Jimly sudah meletakkan dasar-dasar dan alat kerja di MK. ’’Dan kedua, Pak Jumly masih akan terus bersama kami meskipun tidak dalam status sebagai hakim konstitusi,” kata Mahfud.
Dalam lima tahun ini, kata Mahfud MK telah melakukan pengujian terhadap 150 undang-undang. Ada 274 kasus sengketa pemilu yang sudah diputus MK. Juga memutus 11 kasus sengketa kewenangan antarlembaga.   “Artinya, lembaga ini sudah jalan dan saya kira sudah mendapat tempat yang baik dalam sistem ketatanegaraan kita,” ujar mantan menteri pertahanan itu. (tom/agm/JPNN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: