Kakak Beradik Babak Belur Dihakimi Massa

Kakak beradik berinisial An (29) dan In (30) warga Jl Aligatmir No 236 Rt 18 Kelurahan 10 Ilir Palembang,  kemarin (7/10) pukul 18.00WIB, babak belur dihajar warga dikawasan Jl Lingkaran I Rt 12 A Kel 15 Ilir Palembang. Keduanya mengalami hampir sekujur tubuh  keduanya memar  karena dipukul benda tumpul.
Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Sri Kartika (36) warga Jl Perintis Kemerdekaan Palembang, ke Poltabes Palembang dengan No LP : 2919-B/X/2008/Tabes.

Setelah mendapat informasi dari pelapor mengenai masalah ini mencocokkan dengan LP sebelumnya LP :2818-B/X/2008/Tabes, karena sebelumnya sudah ada laporan ke Poltabes tentang kasus yang menimpa kakak beradik tersebut dengan pelapor atas nama Syukri ST(35) warga Jl Lingkaran I RT12 A Kel 15 ilir Palembang.
Syukri mengungkapkan bahwa ia dan sopirnya bernama Aldian (36) menerima ancaman empat orang pelaku yang membawa parang dan celurit mendatangi rumahnya. Sebelum kejadian tersebut sudah ada keributan sebelumnya. ’’Kejadian berawal ketika salah seorang pelaku mencegat mobil boks yang dikendarai sopir saya, kemudian Aldian menyerempetnya dan dia minta ganti rugi.  Namun sopir saya tidak melihat ada kerusakan dimotor dan luka pada pelaku tersebut sehingga dia meminta maaf. Akhirnya pengendara bermotor tersebut bersalaman dan iapun pergi,’’jelas syukri
Selang beberapa menit kemudian pengendara bermotor itu datang lagi dan membawa teman-temannya. “Begitu mereka sampai di depan pagar rumah dan ketika didekati ternyata mereka membawa sajam. Akhirnya korban berteriak meminta tolong. Selanjutnya begitu mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar langsung berhamburan dan kemudian langsung memukul para pelaku pengancaman tersebut. Selanjutnya begitu melihat warga yang langsung mengeroyok pelaku, saya langsung kabur dan tak tahu lagi apa yang terjadi kepada para pelaku tersebut,”cetusnya
Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Luki Hermawan melalui Kasat Reskrim Kompol Kristovo Arianto membenarkan adanya pengaduan keduanya tersebut, selanjutnya kasus ini sedang kita pelajari apakah memang ada keterkaitan atau tidak dengan kasus sebelumnya,”ungkapnya (vie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: