Kasus Pemeran KPU Sumsel Bentuk Dewan Kehormatan

RADAR PALEMBANG, KRIMINAL- Dalam waktu dekat, KPU Sumsel akan membentuk Dewan Kehormatan. Ini dilakukan dalam rangka menyikapi dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota KPU Kabuapten Banyuasin terhadap pengurus Partai Persatuan Nahdhatul Umat Indonesia (PPNUI).
Rencana pembentukan Dewan Kehromatan ini disampaikan Anggota KPU Sumsel Helmi Ibrahim ketika dibincangi di ruang kerjanya, kemarin (8/10). ”Sampai saat ini, kami belum menerima sama sekali laporan mengenai pemerasan tersebut,” kata Helmi.


Termasuk, imbuh Helmi, dari Polda Sumsel. Karenanya tanpa bermaksud menggurui, dosen Universitas Muhammadiyah Palembang ini berharap Polda Sumsel segara mengirimkan tembusan ke KPU Sumsel. Dengan tembusan tersebut, KPU Sumsel bisa memiliki alasan untuk mengambil tindakan. Anggota dewan kehormatan sendiri terdiri dari tiga orang anggota KPU Sumsel.
”Kan masalahnya di level kabupaten/kota. Karenanya yang memeriksa satu tingkat diatasnya. Kalau yang diduga KPU Sumsel, dewan kehormatannya dari KPU pusat. Kalau di level PPK, PPS yang membentuk dewan kehormatan KPU kabupaten/kota,” imbuhnya.
Anggota dewan kehormatan terdiri dari tiga orang anggota KPU Sumsel. Sementara ketua KPU Sumsel tidak bisa duduk di dewan kehormatan.  ”Kalau indikasinya ada, laporan sudah masuk kami akan membentuk Dewan Kehormatan. Dewan kehormatan ini bertugas melakukan investigasi, menyelidiki kebenaran laporan tersebut. Hasilnya akan kami bawa ke pleno,” ujarnya.
Di pleno akan memutuskan apakah akan diteruskan ke Polda sebagai lembaga penyidiki atau ada keputusan lain. ”Yang jelas namanya pemerasan itu tindakan kriminal. Seorang anggota KPU dilarang melakukan hal tersebut. Jangankan memeras, meminta saja tidak boleh. Jadi sanksinya jelas, dipecat,” imbuhnya.
Namun untuk sementara waktu tambah Helmi jika yang bersangkutan akan diperiksa maka anggota KPU tersebut akan dibebaskan dari tugasnya. Caranya dengan mengnonaktifkan yang bersangkutan dari KPU Kabupaten Banyuasin.
Diketahui, oknum anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuasin diduga melakukan pemerasan terhadap Ketua DPC  Partai Persatuan Nahdatul Umat Indonesia (PPNUI) Banyuasin, Rubinsi. Modusnya, oknum tersebut meminta uang Rp 10 juta sebagai salah satu persyaratan bagi para kadernya yang ingin tercatum namanya sebagai calon legislative (Caleg) dari partai tersebut.
Dugaan pemerasan tersebut terjadi pada Jumat 26 September 2008 sekitar pukul 22.30 Wib di sebuah hotel yang berlokasi di Jalan Veteran Palembang. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Mapolda Sumsel.  (rul)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: