Leasing Perketat Penyaluran Kredit

RADAR PALEMBANG, KREDIT-Tidak menentunya kondisi ekonomi yang ditandai dengan tidak stabilnya suku bunga acuan (BI rate) membuat sejumlah lembaga pembiayaan lebih berhati-hati. Bahkan tidak sedikit yang memperketat penyaluran kredit untuk menghindari kredit macet.

Pimpinan Cabang PT BFI Finance Tbk, Iwan mengakui, kenaikan suku bunga yang terus terjadi ini memang membuat pihaknya sedikit khawatir dalam menyalurkan kredit. Untuk itu, pihaknya akan lebih memperketat penyaluran kredit untuk menghindari terjadi kredit macet.
”Bila kondisi seperti ini terus terjadi, kemungkinan besar kita akan memperketat dan lebih selektif dalam penyaluran kredit, karena kita tidak mau jor-joran dalam menyalurkan kredit hanya untuk mencapai target tapi mengabaikan kemungkinan terjadinya kredit macet, ” ujarnya kepada koran ini, kemarin.
Dijelaskannya, bila tetap dipaksakan hanya untuk memenuhi target saja, pihaknya khawatir akan merugikan masyarakat. ” Kalau angsuran terus meningkat seiring dengan kenaikan suku bunga, maka bisa saja angsuran akan tersendat. Kita tidak inginkan itu terjadi, ” tegasnya.
Berkaca dari kondisi tersebut, pihaknya pisimis target akan tercapai hingga akhir tahun mendatang. Ditambahkan Iwan, sejak beberapa bulan lalu pembiayaan terus mengalami penurunan. Kondisi seperti akan terus berlangsung hingga beberapa bulan kedepan jika suku bunga kembali naik. ” September kemarin saja sudah turun sekitar 10 persen, bila terus berlangsung bisa sampai 30-40 persen penurunanya, ” terang Iwan.
Mengenai target hingga akhir tahun, ia mengatakan akan sulit tercapai. Ia memprediksi target sekitar Rp 200 M tahun 2008 ini akan tercapai sekitar 80 persen saja. ” Target kita sih Rp 200 M, tetapi bila melihat kondisi seperti ini, paling tinggi pencapaian kita hanya 80 persen, kalaupun membuat program sepertinya tidak ada manfaatnya,” ujarnya.
Dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun lalu Iwan mengaku ada penurunan sekitar 20 persen. Dipaparkannya, tahun 2007 lalu pihaknya mematok target Rp 150 M, nah tahun 2008 ini target naik menjadi Rp 200 M. Ditambahkan Iwan, untuk produk sejauh masih didominasi used car dengan komposisi hampir 90 persen, sementara sisanya mobil baru.
Sementara itu Manager marketing FIF Sumatera Selatan Toto Aji Nugroho ST MM mengungkapkan kenaikan suku bunga bank indonesia yang tembus 9,5 persen ini memang berdampak besar pada suku bunga pembiayaan. Oleh karena itu sejak awal oktober lalu, pihaknya sudah mulai menaikan suku bunga walaupun tidak begitu signifikan. ”Sejak suku bunga terus bergejolak kita sudah melakukan langkah antisipasi dengan menggelar beragam program, bahkan awal oktober ini kita sudah menaikan suku bunga, tetapi tidak begitu besar, ” ujarnya.
Disinggung kemungkinan memperketat penyaluran kredit, Toto mengaku pihaknya tidak melakukan hal tersebut, karena FIF merupakan salah satu pendukung penjualan produk Honda. ”Kita sebagai salah satu pendukung, jadi apapun yang terjadi kita akan suport,  jadi tidak akan mempeketat penyaluran kredit seperti yang dilakukan lembaga pembiayaan lain, ” ujarnya. (ace)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: