Perusahaan Migas Kecil Terancam Kolaps

Dampak Krisis Global ke Sektor Migas

RADAR PALEMBANG MIGAS-Gejolak perekonomian global akibat krisis keuangan di Amerika Serikat (AS) tampaknya berimbas ke semua sektor, tak terkecuali industri migas. Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMigas) Abdul Muin mengatakan, karakteristik industri migas yang padat modal jelas akan terkena imbas krisis keuangan global. ”Terutama perusahaan kecil, mereka akan sangat terganggu,” ujarnya di Jakarta kemarin (7/10).


Menurut Muin, selama ini perusahaan kecil banyak tergantung pada pendanaan luar. Padahal, kondisi industri keuangan saat ini tidak memungkinkan mereka untuk menyalurkan pendanaan dalam jumlah besar ke sektor migas yang tergolong industri berisiko tinggi.
”Karena keterbatasan dana, mereka tidak mungkin lagi mendapat dana murah. Untuk itu, mereka akan mengubah strategi. Misal dengan menunda atau menyetop kegiatan eksplorasi. Kemungkinan mereka juga akan menjual aset-aset di luar core business. Untuk itu, mereka butuh konsolidasi, atau bahkan diakuisisi oleh perusahaan besar,” paparnya.
Selain perusahaan produsen migas, industri jasa penunjang migas juga akan terimbas krisis keuangan global. ”Intinya, semua perusahaan di sektor migas yang permodalannya kurang kuat akan terimbas. Untuk itu, harus di set up kembali semua komponen yang terlibat dalam industri ini,” katanya.
Menurut Muin, dampak paling signifikan dari krisis saat ini adalah struktur industri migas yang akan makin dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar karena perusahaan kecil yang tidak memiliki pendanaan kuat bakal makin sulit bersaing. ”Dengan makin berkuasanya perusahaan-perusahaan besar, maka bargaining position mereka akan makin kuat. Ini harus dicermati,” ujarnya.
Kepala BPMigas R. Priyono menambahkan, pihaknya menyadari betul potensi dampak krisis finansial global terhadap industri migas, terutama perusahaan-perusahaan kecil.
Meski industri migas di Indonesia cukup didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar atau major company, namun kelangsungan usaha perusahaan-perusahaan kecil tetap diperlukan untuk mendorong peningkatan kinerja industri migas nasional.
”Untuk itu, kami akan melakukan pendekatan pada sumber-sumber pendanaan alternatif. Kami akan jajaki, apa mereka bisa membantu perusahaan-perusahaan perminyakan yang kelas menengah ke bawah,” katanya.
Meski demikian, ada juga perusahaan skala menengah yang menyatakan bisa bertahan dari goncangan krisis keuangan. Robert Speirs, Managing Director Harvest Far East PTE. LTD, sebuah perusahaan migas asal AS, mengaku pihaknya siap menghadapi dampak krisis ke depan. ’’Karena itu, sampai saat ini kami tidak berencana untuk mengurangi investasi. Justru kami tengah berpikir untuk meningkatkan investasi kami di Indonesia,’’ ujarnya saat ditemui di sela acara Halalbihalal di kantor BPMigas kemarin. (owi/JPNN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: