Semen Gresik Turunkan Target Ekspor

RADAR PALEMBANG, PRODUKSI-Potensi melemahnya pasar ekspor karena kondisi krisis membuat PT Semen Gresik Tbk (SG) merevisi targetnya. Hal itu juga terkait dengan tumbuhnya permintaan semen dalam negeri. ’’Apabila tahun lalu komposisi penjualannya masih 10 persen sampai semester pertama tahun ini kami sudah menguranginya menjadi 5 persen dari total produksi,’’ kata Kepala Divisi Komunikasi PT SG, Saifuddin Zuhri, kemarin (7/10).]

Sebenarnya penjualan semen produksi SG sempat tumbuh 21 persen di semester pertama. Tapi, melihat kondisi yang berkembang sampai bulan Oktober, Saifudin memperkirakan sampai akhir tahun secara rata-rata pertumbuhan penjualan mencapai 15 persen.

Sementara kebutuhan semen secara nasional sampai akhir tahun 2008 diprediksi mencapai 37,5 juta ton. ’’Kami optimis bisa memenuhi 44 persen dari total kebutuhan nasional itu,’’ tuturnya. Stok semen dalam negeri diperkirakan akan defisit di 2011 mendatang. Pasalnya, semen nasional saat ini sudah mencapai sekitar 37 juta ton. Padahal, kapasitas nasional hanya mencapai 45 juta ton pertahunnya.

Pihaknya mengaku memang sengaja mengurangi volume ekspor. Ini karena ada prinsip untuk pemasaran semen. Di mana semakin dekat jarak pasar akan semakin baik. ’’Buat apa meningkatkan ekspor kalu pasar domestik kebutuhannya jauh lebih besar. Justru dengan kami menggarap pasar domestik, kami dapat menekan biaya pengiriman

karena ongkos angkutnya lebih murah,’’ tuturnya.

Negara tujuan ekspor juga dikurangi. Amerika Serikat (AS) yang sedang mengalami krisis karena dipicu karena kredit macet di sektor properti kini juga tak lagi masuk dalam daftar negara tujuan pengiriman. Selain itu juga karena AS hanya mau menerima semen khusus yang proses produksinya lebih rumit. ’’Kami kini hanya memasarkan produk di Bangladesh, Singapura, Malaysia, dan beberapa negara Timur Tengah,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut Saifudin menerangkan jika pihaknya hanya akan menargetkan penjualan semennya untuk pasar luar negeri sepanjang tahun ini tidak lebih dari 1 juta ton. Sementara itu, sampai dengan semester pertama, SG sudah mempu menjual semennya hingga 18,5 juta ton, baik untuk domestik maupun mancanegara.

Saifuddin kian optimis, pihaknya akan mampu meningkatkan pasar domestiknya,

seiring dengan terus melonjaknya permintaan lokal. Pembangunan pabrik baru di Pati juga telah dimulai. Walau menghadapi berbagai kendala kenaikan khususnya kenaikan harga material dan biaya-biaya lain, tapi dia optimis pabrik ini akan selesai tepat waktu yakni pada 2012.

Menurutnya itu merupakan salah satu solusi agar tak ada lagi difisit terhadap pemenuhan semen nasional. Pihaknya juga mengaku tak terlalu mengkhawatirkan kondisi krisis saat ini akan banyak mempengaruhi pertumbuhan permintaan semen baik lokal maupun mancanegara.

Ini karena, lanjutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup bagus. Selain itu, kemungkinan besar tak ada kemerosotan terhadap pasar properti di tanah air. ’’Pembangunan pabrik-pabrik baru jalan terus karena tak ada kekhawatiran kami akan kemungkinan over produksi jika demand rendah. Pabrik masih akan jadi empat tahun lagi di mana kemungkinan kondisi telah kembali membaik,’’ ungkapnya.(luq/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: