Aktivitas Pasar Tradisional Pasca Lebaran (2)

Stok Barang Imbangi Permintaan Pasar

Meskipun harga sembako berangsur normal, penurunan harga tidak lah menyeluruh. Harga sejumlah kebutuhan sehari-hari lainnya masih banyak yang mahal. Termasuk sayur-sayuran dan ikan yang sekarang melonjak tajam.  Stok barang yang sedikit tidak bisa menyimbangi tingginya permintaan pasar. Pedagang pun diuntungkan dengan rezeki yang berlipat.

Susi Yenuari-PALEMBANG


Suasana lebaran masih kental terlihat di sejumlah pasar tradisional. Memasuki H+8, aktivitas pasar mulai kembali ramai seperti biasa. Pedagang sudah banyak yang berjualan. Baik itu toko-toko manisan maupun pedagang lainnya seperti sayuran, ikan, daging dan lainnya yang sibuk melayani pembeli.
Penurunan harga beberapa komoditi sembako seperti minyak goreng curah dan gula tentu saja disambut gembira oleh masyarakat. Namun sayang, penurunan ini tidak diimbangi dengan produk-produk lainnya. Harga masih banyak yang tinggi, khususnya kebutuhan pangan yang sangat mendasar seperti harga sayur-sayuran dan ikan yang sekarang melambung tinggi.
Bayangkan saja ! Pasca lebaran harga ikan tidak ada lagi yang dijual dibawah Rp 15 ribu per kg. Rata-rata berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 25 ribu per kg, baik itu ikan sungai maupun ikan laut. Misalnya ikan sarden, ikan kembung, ikan patin, ikan gurami dan ikan gabus. Begitu juga dengan udang, cumi dan kerang mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Termasuk ayam potong masih di kisaran Rp 25 ribu per kg sedangkan harga daging mulai kembali normal di harga Rp 60 ribu-Rp 65 ribu per kg.
Kenapa harganya bisa meroket tajam ? Menurut pedagang ikan di Pasar Sekip, tingginya harga ikan dikarenakan sedikitnya stok ikan yang ada. Sementara permintaan pasar masih cukup tinggi. “Kita saja sulit untuk bisa banyak dapat, karena ikannya memang ndak ada dek.  Barangnya sedikit tapi yang cari banyak, jadi harga mahal. Lagian dari sananya memang sudah mahal, kami cuma menyesuaikan modal. Untung dikit jadilah,”kata Kartini dibincangi koran ini kemarin.
Sedikitnya pasaran ikan, sambungnya, sudah berlangsung sejak bulan puasa tadi. Pasca lebaran semakin sedikit persediaan sehingga memicu gelojak harga yang terus naik. “Bukan hanya ikan tapi juga udang. Banyak yang jualan udang masih libur karena ndak ada udang di pasar. Mudah-mudahan pertengahan bulan ini bisa normal semua.  Banyak barang jadi harga bisa turun sedikit. Modal ini yang dak tahan dek,”tuturnya lagi.
Selain harga ikan, harga sayur-sayuran pun meroket tajam hampir naik dua kali lipat.  Walaupun ada juga beberapa sayuran yang harganya turun. Seperti buncis dari harga sebelumnya Rp 10 ribu per kg sekarang Rp 5 ribu per kg, kelapa Rp 4 ribu per butir turun Rp 3000 per butir.
Harga cabe merah Rp 15 ribu per kg, cabe rawit Rp 20 ribu per kg, bawang merah Rp 8 ribu, wortel Rp 4 ribu, bawang putih Rp 5 ribu, kentang Rp 5000, timun Rp 4000 dan tomat Rp 4000. Sedangkan sayuran lainnya seperti bayam Rp 2500 per ikat, sayur katu Rp 2000 per ikat.

Kesulitan memenuhi kebutuhan hidup bisa menambah berat beban masyarakat. Kebijakan pemerintah sangat diharapkan untuk dapat menekan harga-harga di pasaran.
Sementara sembako, selain minyak goreng curah yang turun drastic dari harga Rp 8000 per kg sebelum lebaran menjadi Rp 7000 per kg, gula pasir juga turun berkisar Rp 200 per kg dari harga Rp 5800 per kg menjadi Rp 5600 per kg, sagu dari harga Rp 5000 per kg menjadi Rp 5000 per kg.
Tepung terigu merek Lencana Merah Rp 165 ribu per kampil (berat 25 kg), Segitiga Biru Rp 170 ribu per kampil (berat 25 kg),  beras juga masih tinggi dan bertahan di kisaran Rp 114 ribu-Rp 115 ribu per kampil (berat 20 kg) untuk beras kualitas sedang seperti merek-merek sepat siam, selancar, patin, topi koki, gadis cantik dengan harga eceran Rp 6000-Rp 6500 per kg. Beras kualitas broken (pata-patah) berkisar Rp 99 ribu-Rp 107 ribu per kampil dengan harga eceran Rp 5000-Rp 5500 per kg dan beras kualitas super rata-rata dijual di atas harga Rp 130 per kampilnya dengan harga eceran berkisar Rp 7500-Rp 8000 per kg. Sedangkan harga telur masih tinggi tembus Rp 15 ribu per kg. (*/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: