Ambil Untung Spekulan Jual Dolar

RADAR PALEMBANG, DOLAR-Anjloknya nilai tukar rupiah-dolar dua hari terakhir yang sempat anjlok menyentuh level terendah Rp 9.700 lebih, dimanfaatkan spekulan dengan melakukan aksi profit taking (jual). Volume transaksi meningkat hingga dua kali lipat dari hari biasa.
“Semua dana dolar milik nasabah baik dalam bentuk tabungan maupun deposito selama dua hari kemarin dijual. Nasabah merealisasikan keuntungannya memanfaatkan momen melemahnya rupiah,” ujar Kepala Cabang Pembantu Bank Mega Sayangan, Jimmi didampingi PIC Treasury Officer Christian Liusben, kemarin.


Kebanyakan, kata Jimmi, nasabah yang melakukan aksi jual ini membeli dolar ketika masih di level Rp 9.100-9.200, artinya mereka bisa meraup keuntungan sekitar 500 poin untuk setiap satu dolar yang ditukar.
Tingginya transaksi yang dilakukan nasabah selama dua hari terakhir sejak Senin (6/10) membuat nilai transaksi alami peningkatan dua kali lipat. Jika biasanya per hari transaksi hanya USD 500 ribu, terhitung sejak Senin lalu tembus USD 1 juta. “Omzet kami naik 30-40 persen,” tambah Christian. Mayoritas transaksi ini berupa penjualan dolar.
Pemain valas di Mega Sayangan kebanyakan merupakan kalangan spekulan, atau sekitar 60 persen dari total nasabah yang ada, sedangkan sisanya 40 persen lagi nasabah pebisnis atau nasabah yang benar-benar memakai dolar untuk memenuhi kebutuhan rutinitas.
Memasuki hari ketiga selepas libur panjang, transaksi kembali berjalan normal. Bahkan ada sebagian nasabah membeli dolar saat ada di range Rp 9.580-9.650. Mereka memprediksi rupiah akan terus melemah dan akan menjual lagi jika rupiah tergerus ke titik Rp 9.700.
Pola transaksi yang dilakukan investor kebanyakan forward yakni menggunakan produk Forexline. Perdagangan menyimpan dolar untuk jangka waktu lebih dari satu minggu hingga satu bulan. Rata-rata transaksi serupa itu dilakukan oleh 70-80 persen nasabah valas Mega dan sisanya menggunakan transaksi harian (tom) atau dua hari (spot). ”Investor berani untuk memperdagangkan valasnya jangka waktu seminggu kedepan. Biasanya mereka sudah memprediksi dolar akan berpeluang naik atau turun,” tutur Jimmi.
Perdagangan valas di Bank Mega menggunakan dua produk tabungan yakni tabungan rupiah maupun tabungan dolar. Jadi apabila nasabah melakukan profit taking tinggal lakukan pindah buku saja. Bunga (rate) yang diberikan bank swasta nasional itu bervariasi. Tabungan rupiah diberikan bunga sampai 11,25 persen sedangkan tabungan dolar 3 persen dengan minimal saldo USD 100 dan 5 persen untuk saldo minimal USD 50 ribu.
Sementara transaksi valas Bank Mega di Cabang A Rivai, pada perdagangan Hari Senin (6/10) kemarin masih terbilang sepi. Tidak terjadi lonjakan penjualan oleh nasabah, mengingat mayoritas nasabah di cabang itu bukan kalangan spekulan. Forex Officer Ariandi menjelaskan nilai transaksi valas yang terjadi di cabang itu hanya USD 20 ribu. Padahal biasanya transaksi perhari selalu diatas USD 200 ribu. Aktivitas nasabah untuk lakukan pembayaran rutin masih belum normal. ”Rata-rata sekarang masih wait and see,” ucapdia.(ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: