Permintaan Semen Terus Turun

RADAR PALEMABANG, TURUN – Melemahnya nilai tukar rupiah  hingga ke level terendah lebih dari Rp. 9700, mempengaruhi  peningkatan biaya operasional perusahaan termasuk pula PT Semen Baturaja. Dengan membengkaknya biaya operasional, berdampak langsung bagi  penurunan produksi semen.


Menurut Direktur Utama PT Semen Baturaja Ir Pamudji Rahardjo,  beberapa sparepart yang digunakan PT Semen Baturaja diimport dari Eropa. Begitu juga dengan bahan baku tambahan  semen, sebagian di impor seperti halnya gypsum yang dibeli langsung dari Thailand.
“Semuanya dibeli menggunakan dollar sedangkan pendapatan PT Seman Baturaja sendiri adalah rupiah dan ini akan menyebabkan harga pokok akan tertekan dan bahkan akan meningkat, “ujar Pamudji disela-sela acara halal bihalal antara direksi PT Semen Baturaja serta karyawan, kemarin (8/10).
Pamudji juga khawatir bila  konsumsi semen dengan likuiditas yang saat ini sangat erat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Sebab, pembangunan walupun saat ini pemerintah masih bertahan pada angka 6 persen,  konsumsi semen bisa ikut menurun.
Seperti pada Juli lalu, lanjut Pamudji,  saja konsumsi semen sudah menurun biasanya permintaan akan semen Baturaja per bulan bisa mencapai 9.000 hingga 10.000 ton per bulan. Dua bulan belakangan permintaan semen menurun sampai 8.000 hingga 8.500 ton per bulan.
“Hal ini disebabkan karena banyaknya perusahaan-perusaan yang menyetop bahkan menunda proyek mereka. Jika hal ini terus berlanjut makan akan  sangat repot sekali karena revenue pun akan turut menurun,’’ tegas Pamudji.
Disamping itu, lanjutnya,  inflasi juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang sampai dengan bulan September kemarin sudah mencapai 10 persen lebih yang mengakibatkan semua bahan baku terus naik termasuk juga transport. Seandainya keadaan ini terus berlanjut bahkan terus memburuk akan sangat mempengaruhi terhadap produksi PT Semen Baturaja.
“Untuk mengatasi hal ini PT Semen Baturaja pun telah merumuskan bagaimana caranya bisa menekan harga pokok dengan melakukan program efisiensi, tetapi itu ada batasnya karena tidak semua bisa diatasi dengan efisiensi. Namun semuanya akan tetap dimaksimalkan agar efiensi tersebut bisa ditingkatkan,’’ ujar Pamudji.
Sedangkan untuk produksi, tambah Pamudji, saat ini PT Semen Baturaja sudah mencapai 800 ribu ton dari target 1.050.000 dan hingga akhir tahun nanti target ini dipastikan akan tercapai. Untuk  problem terbesar selama ini sangat mengganggu, menyangkut  transportasi.
“Sebenarnya pabrik kita ini dirancang dari zaman dulunya untuk sinergi 3 perusahaan yakni PT Semen Baturaja, PT KAI dan PTBA. Tetapi permasalahan angkutan semen dari Baturaja ke Lampung dan Palembang sementara untuk saat ini angkutan kereta api tersebut ditutup dan terpaksa kita mengangkut dengan truk,’’ jelas Pamudji.
Walaupun penetapan harga sudah ditetapkan antara PT semen Baturaja dan PT KAI tetapi sampai saat ini masih belum jalan. Bahkan pengangkutan yang ke Palembang sejak tanggal 28 September hingga tanggal 7 Oktober kemarin distop tidak ada sama sekali pengiriman klinker, dan baru masuk kemarin (7/10) itupun hanya 1/3, biasanya perhari itu pengiriman klinker ditetapkan mancapai 30 hingga 40 gerbong. (iya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: