Petani Mulai Kehabisan Stok Beras

RADAR PALEMBANG, MARTAPURA – Pascalebaran harga beras di OKU Timur mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut didorong semakin sedikitnya jumlah beras yang beredar di pasaran. Akibat kenaikan harga beras ini, petani kini tidak lagi gencar menjual hasil panennya karena persediaan stok yang semakin menipis.


Menurut Hardono (42), petani asal Desa Bedilan Kecamatan Belitang, beras di rumahnya kini hanya tersisa untuk satu bulan ke depan. Sebelumnya saat menghadapi lebaran pada minggu lalu, ia menjual lebih dari separuh persediaan padi miliknya untuk belanja keperluan lebaran.
“Uang hasil menjual padi dan beras digunakan untuk baju anak-anak dan kebutuhan lebaran lainnya. Apalagi sudah tradisi saat lebaran kita harus menyediakan pengeluaran lebih. Jadi hasil panen bulan Juli kami jual dan sekarang tersisa untuk memenuhi kebutuhan sebulan kedepan,” ujarnya, kemarin (9/10).
Lebih lanjut Hardono menambahkan saat ini padi di sawah yang ditanamnya telah berumur sekitar satu bulan, diperkirakan akan dipanen pada bulan Januari mendatang. “Jadi, kalau stok padi sudah habis sedangkan penen belum tiba terpaksa saya akan menjadi buruh tani dengan upah beras atau uang,” tukasnya.
Sementara itu harga beras di tingkat petani mengalami kenaikan antara Rp 100 sampai Rp 300 per kilogramnya. Sebelum lebaran harga beras asalan (kualitas sedang) dijual antara Rp 4.200 sampai Rp 4.300 per kilogram. Sedangkan pascalebaran saat ini beras asalan naik menjadi antara Rp 4.500 sampai Rp 4.800 per kilogram. Sementara untuk  harga beras kelas medium kini dijual di atas Rp 4.800 per kilogram.
“Dalam seminggu ini kami sulit mendapatkan stok beras. Di penggilingan padi yang biasanya menyimpan stok beras saat kami tanya setelah lebaran ini banyak yang kosong. Memang ada diantaranya menyimpan padi namun harganya sudah naik. Saya sendiri cuma punya 70 kg beras untuk dijual,” ujar Fadiah (52), salah satu pemilik warung di Desa Bedilan Belitang.
Sementara itu Kepala Bulog Sub Divre III OKU Witono ketika dikonfirmasi adanya kenaikan harga beras secara umum pascalebaran, mengatakan, kenaikan tersebut didorong oleh berkurangnya jumlah beras yang beredar di pasaran yang disebabkan petani masih dalam musim tanam.
“Harga beras saat ini lumayan tinggi, di beberapa tempat di Belitang memang ada yang panen namun sifatnya hanya sporadis dan luasnya hanya beberapa hektar saja. Sedangkan musim panen diperkirakan sekitar dua bulan lagi yaitu pada bulan Januari dan Februari 2009 nanti,” jelasnya.
Sementara itu saat ditanya stok beras di gudang Bulog, Witono menyebutkan bahwa stok beras di gudang Bulog sampai saat ini masih aman. Stok yang dimiliki saat ini sebanyak 9.500 ton beras. “Stok tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan. Namun kita akan terus memantau perkembangan harga beras di pasaran, dan terus mengadakan pembelian bila harganya memungkinkan,” terangnya. (awa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: