Jangan Pilih Politisi Busuk!

53 Persen Anggota

Dewan Nyalon Lagi

RADAR PALEMBANG, DEWAN – Dari 65 orang anggota legislatif periode 2004 – 2009, sebanyak 53 persennya atau 35 orang kembali bertarung pada pemilu legislatif (pileg) 2009 mendatang. Dari ke 35 orang tersebut, terdapat dua orang yang loncat pagar.

Terkait masih ramainya muka lama yang kembali mencalonkan diri, ada peringatan menarik disampaikan pengamat politik di sini. Sebaiknya, politisi busuk yang tidak mempedulikan kepentingan rakyat harus diwaspadai.

Dari pengamatan RADAR PALEMBANG terhadap daftar calon sementara (DCS), muka lama mencalonkan diri kembali terjadi dari semua partai yang memiliki anggota di DPRD Sumsel. Menariknya mereka maju tidak hanya dari partai yang sama, tetapi ada juga dari partai berbeda atau loncat pagar.

Terdata, ada dua caleg yang maju dari partai yang berbeda. Yaitu Syarkowi Wijaya yang sebelumnya maju Partai Bintang Reformasi (PBR), kini maju dari Partai Persatuan Nahdatul Umat Indonesia (PPNUI). Syarkowi berada di Dapil I Kota Palembang dinomor urut 2.

Lalu Karim Ani yang sebelumnya berasal dari Partai Golkar, kini maju dari Partai Barisan Nasional (Barnas) di Dapil 7 Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas. Karim Ani berada di nomor urut 1.

Secara rinci, jika dilihat per dapil anggota dewan yang maju lagi di dapil I Kota Palembang ada 6 caleg. Dapil II (Banyuasin, Musi Banyuasin) sebanyak 7 caleg, dapil III (OKI, OI) sebanyak 2 caleg. Lantas di dapil IV (Muara Enim, Prabumulih) sebanyak 6 caleg, dapil V (OKU, OKU Selatan, OKU Timur) ada 6 caleg. Dapil VI (Lahat, Empat Lawang dan Pagaralam) sebanyak 1 orang dan dapil VII (Lubuklinggau, Musi Rawas) sebanyak 4 caleg.

Di DCS terlihat pula masih banyaknya partai yang tidak bisa memenuhi semua dapil alias tak ada caleg di dapil tersebut. Di dapil I, Partai Buruh tak ada satu pun calon dapil II, ada 3 partai yaitu PartI Buruh, Partai Persatuan Daerah (PPD), dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI).

Lantas di dapil III, 4 partai tidak mengirim calon seperti Partai Indonesia Baru (PIB), PPDI, PPNUI dan Partai Buruh. Di dapil IV, malah mencapai enam partai, rincinya Partai Pemuda Indonesia (PPI), PIB, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Republik Nusantara (RepublikaN), Partai Matahari Bangsa (PMB) dan PPNUI.

Berikutnya di dapil V, 3 partai tidak ada caleg, yaitu PPD, PPDI, dan PPNUI. Lantas di dapil VI, ada 5 partai, PPDI, PPNUI, Partai Buruh, PPD dan PPI. Dan dapil VII ada 5 partai, yaitu PIB, PPD, PPNUI, Partai Merdeka dan Partai Buruh.

Menanggapi ini Pengamat Politik Sumsel Alfitri mengatakan peluang incumbent terbilang besar dibandingkan calon yang baru maju. Paling tidak ada tiga kekuatan yang menjadi alasan mengapa peluang mereka lebih besar.

Pertama dari sisi popularitas, lebih baik dari pendatang baru. Kedua dari sisi pengalaman pun demikian, bahkan ketiga dari sisi finansial kemungkian jauh lebih ada persiapan yang matang dari calon yang baru muncul.

“Tetapi ada beberapa hal perlu diperhaitikan. Jika yang bersangkutan memiliki track record yang buruk, maka dengan gampangnya masyarakat akan mengacuhkannya. Atau yang biasa disebut politis busuk,” imbuhnya.

Apa itu politis busuk ? Menurut Alfitri, adalah orang-orang yang selama menjabat memiliki track record tidak baik dan melakukan pelanggaran. Baik dari sisi hukum korupsi misalnya. Lalu norma seksual, dan etika lainnya seperti berkelahi.

Namun Alfitri meyanyangkan memori masyarakat yang sangat pendek. Sehingga hal ini disaat pemilihan tidak menjadi perhatian. “Disini peran media untuk menguaknya, mempublikasikan dan memblow up nya. Kalau ini terjadi, jelas kualitas dewan yang baik tidak tercapai,” imbuhnya.

Alfitri berharap orang-orang seperti itu (politis busuk) tidak dipilih lagi oleh rakyat. “Jadi jangan pilih mereka,” tukasnya.(rul)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: