Nama Salah, Caleg Rame-rame Protes

RADAR PALEMBANG, PROTES – Akibat kesalahan penulisan nama pada daftar calon sementara (DCS) peserta pemilu legislatif (pileg) 2009, KPU Sumsel menuai kritik. Paling tidak, pada hari pertama ada empat caleg yang melakukan protes.


Keempat orang tersebut adalah caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang berada dinomor urut 7 Ir H Nasrun Anis SE MSi. Di DCS gelar anggota DPRD Sumsel ini tertulis MM, bukan MSi. Lantas nama Caleg asal Partai Golkar dinomor urut 2, Edward Jaya SH. Nama mantan ketua  DPD KNPI Sumsel ini pada kata Edward tidak ada huruf ”d” nya.
Lalu ada juga nama Lili Martiani Madari tertulis Madri. Kemudian nama Muhamad F Ridho dari Partai Demokrat. Dikata Muhamad, huruf ”M” nya ada dua, padahal seharusnya hanya satu.
Dikatakan oleh Nasrun Anis, atas kesalahan ini ia telah menghubungi partai untuk mengurusnya. Sebab saat awal, yang mengurus semua urusan adalah partai. ”Semua yang mengurus partai saya tidak tahu. Karenanya, saya kembalikan ke partai,” katanya.
Nasrun mengungkapkan, ia khawatir ini akan berpengaruh pada konstituen. Pasalnya saat sosialisasi ia menggunakan gelar Msi. Dikhawatirkan nantinya konstituen akan salah memilih.
”Selain itu inikan gelar akademik. Tidak sama antara MM dengan MSi. Karenanya saya meminta agar ini segera diurus dan dibenahi gelar saya,” tandasnya.
Keluhan serupa dikatakan oleh Edward Jaya. Namun Edward mengaku ini bisa beradmpak kedepan. Mengingat disemua ijazahnya menggunakan nama Edward bukan Edwar.
”Saya hanya mencegah jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan kedepannya. Nanti kedepan ada yang bilang kok antara ijazah dengan nama saya beda. Kan ini bisa jadi masalah,” tandasnya.
Selain iti Edward juga membawa nama Lili Martiani Madari. “Itu teman saya. Dia juga mengeluh karena salah. Jadi dia minta dibenahim” katanya.
Merespons ini, Anggota KPU Sumsel Alfian Toni berjanji akan mempelahari keluhan ini. Selanjutnya ia akan memanggil pihak-pihak yang mempermasalahkan nama-nama mereka.
”Kami akan akomodir keluhan mereka. Kami akan panggil mereka yang mengajukan keberatan. Kalau memang ternyata ada kesalahan maka akan segera diperbaiki. Dan ini akan diterbitkan di DCT (daftar calon tetap),” katanya.
Bagaimana kalau di DCT masih ada kesalahan ? Kalau ini terjadi di DCT, diungkapkan Alfian tidak bisa diakomodir lagi. ”Kalau sudah DCT tidak bisa diubah lagi. Kalau ada yang salah sekarang saja. Sebab kalau DCT sudah tetap,” tandasnya.(rul)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: