Pangkalan Mitan Diserbu Warga

RADAR PALEMBANG, EMPAT LAWANG – Minyak tanah (mitan) di Tebing Tinggi, Ibukota Kabupaten Empat Lawang belakang ini sempat menghilang di pasaran. Hal ini disebabkan pada saat menjelang lebaran permintaan mitan meningkat namun pasokan mitan dari agen tetap. Akibatnya pada saat pasokan mitan usai lebaran masuk beberapa agen mitan diserbu warga.

Seperti halnya, saat koran ini mendatangi agen mitan  M Dahlan yang terletak di lingkungan Tanjung Beringin, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, warga langsung mennyerbu saat pasokan datang.
Pemilik pangkalan minyak tanah Tebingtinggi, M Dahlan mengatakan, stok mitan di Tebing Tinggi menurutnya aman, pasalnya pasokan dari agen tidak pernah kurang sesuai jatah yang selama ini diterima. Namun memang sebelum lebaran permintaannya cukup tinggi, akibatnya stoknya berkurang, namun saat ini stok sudah aman.
“Kita mendapatkan pasokan sekitar 10 ribu liter yang dipasok dua kali yakni setiap dua minggu sekali, karena permintaan banyak maka stok yang ada kekurangan, namun saat ini sudah aman dan stok banyak,” ungkap Dahlan.
Lebih jauh Dahlan menilai bahwa permintaan minyak tanah menjelang lebaran lalu diakuinya meningkat, karena kebutuhan rumah tanggapun dirasakan meningkat namun stok minyak tanah dipangkalan selalu tersedia. “Sejak liburan lebaran kemarin, baru hari ini mitan datang ke tempat pangkalan kami,” ujarnya
Nah, untuk bulan Oktober kali ini Dahlan mengaku baru menerima satu kali yakni sebanyak 5 ribu liter dan langsung di serbu warga, dan tidak akan membatasi jumlah pembeli karena biasanya ibu rumah tangga membeli sesuai kebutuhan, dan setiap dua minggu sekali minyak kembali masuk namun Dahlan tetap melakukan pengawasan jika ada warga yang nakal maksudnya membeli dalam jumlah yang banyak untuk di timbun. ”Jumlah pembelian mitan warga beragam, tergantung kebutuhan namun yang jelas bukan untuk menimbun atau karena itu tidak dibenarkan,” ungkap Dahlan.
Mengenai harga kata Dahlan dijualnya sesuai harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah, pihaknya selalu akan mematuhi ketentuan yang berlaku. ”Satu liter dijual Rp 2895, namun karena tidak ada uang pecahan Rp 5 maka selalu dibayar Rp 2.900,” paparnya.
Hal itu dibenarkan pembeli bernama M Fauzi yang mengatakan, selama ini stok mitan di Tebing Tinggi aman, kebutuhannya selalu terpenuhi. Dirinya berharap kondisi tetap seperti biasa, karena mitan merupakan kebutuhan yang mendasar dalam sebagian besar rumah tangga.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya membeli mitan dengan apa yang dibutuhkan istrinya selama dua minggu. ”Saya beli sampai yanh dibutuhkan masak selama 2 minggu,” ujar Fauzi. (obi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: