Delapan Karyawan Tewas Terpanggang di Banten


Terperangkap di Kamar Mandi Gudang Pemotongan Baja

RADAR PALEMBANG, TEWAS-Gudang pemotongan baja milik PT Surya Sejahtera Metalindo Lestari di Pergudangan Pantai Indah Dadap Blok K7, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, kemarin (10/10) ludes terbakar. Selain melumat seluruh bangunan gudang, kebakaran hebat tersebut juga menewaskan delapan karyawan yang gagal menyelamatkan diri.


Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut sejumlah karyawan pabrik yang selamat, sebelum bangunan ludes terbakar, api tiba-tiba berkobar di dekat bagian pengelasan baja yang terletak di lantai satu. Dalam seketika api cepat membesar dan membuat seluruh karyawan panik berhamburan keluar gudang.
Di tengah kepanikan, salah seorang karyawan mengatakan masih ada rekan mereka yang terjebak di lantai dua gudang. Untuk memastikannya, staf perusahaan tersebut mengumpulkan seluruh karyawan di suatu tempat tidak jauh dari lokasi kebakaran. Setelah dihitung dan didata, disimpulkan masih ada delapan karyawan lainnya yang diduga terjebak di dalam gudang. Kedelapan nama karyawan itu Merry (20), Tasya (28), Mei Ling (32), Malla (26), Lisye (25), Ratna (20), Endang (20), dan Priyono.
Semua korban ditemukan tewas terpanggang di lantai dua gudang yang dijadikan sebagai kantor. Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Tangerang untuk diidentifikasi. Kuat dugaan, kebakaran disebabkan percikan api saat proses pengelasan. Percikan tersebut kemudian mengenai busa yang ada di dinding partisi gudang. Dengan cepat, api langsung membesar dan mengurung para karyawan yang berada di lantai dua.
Saksi mata, Eko Marhaen Dianto mengatakan, api berasal dari bawah tangga. Api langsung membesar dan membuat karyawan yang berada di lantai dua tidak dapat melarikan diri.
“Kemungkinan dari api lasan. Sebab, saat itu, sedang ada pekerja yang mengelas untuk perluasan kantor. Kemudian, mengenai busa dan langsung membesar,” kata lelaki yang tinggal di Perumahan Duren Jaya Jalan Ebony Blok 3 No 416, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur.
Mendapat laporan kebakaran, Dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari posko Kosambi langsung tiba dilokasi. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan.
Komandan Posko Damkar Kosambi Saduni mengatakan, tidak adanya tangga darurat membuat pemadam kesulitan untuk memadamkan api dan menyelamatkan karyawan yang ada di lantai 2. “Tangga darurat tidak ada. Petugas kesulitan untuk melakukan evakuasi korban,” katanya.
Selain tidak ada tangga darurat, katanya, hampir semua pergudangan di Kosambi tidak memiliki hydran. Setiap gudang hanya dilengkapi alat pemadam standar. “Kita sudah pernah mengajukan permohonan kepada gudang untuk memasang hydrant. Tapi tidak ada yang menanggapi,” katanya. (cr2/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: