Pembukaan BEI Makin Tak Pasti

RADAR PALEMBANG, BIE-ransaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) batal dibuka kemarin (10/10). Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk melindungi emiten dan pelaku bursa dari kerugian yang lebih besar karena sentimen global yang makin buruk.

”Saya akan lihat supaya dampaknya yang paling kecil sekali kerugiannya pada perekonomian kita, emiten kita, dan para pelaku bursa kita. Dengan begitu, dalam jangka menengah panjang, bisa tetap terpelihara kepercayaannya,” kata Menkeu di kantornya kemarin (10/10).

Dia mengatakan, bursa saham di seluruh dunia tengah didera sentimen negatif. Pemerintah perlu melindungi perusahaan Indonesia yang tercatat di bursa dari kejatuhan harga saham yang lebih dalam. ”Kita tidak ingin perusahaan-perusahaan Indonesia yang listed menghadapi imbas yang tidak perlu hanya karena masalah sistemik krisis ini,” ujarnya.

Pemerintah mencari waktu terbaik untuk membuka kembali perdagangan karena sentimen global tidak bisa seluruhnya dihindarkan. Pemerintah, emiten, broker, dan SRO (self regulatory organization) bersepakat menciptakan pasar modal yang relatif masih bisa dipercaya.

Jika suasana sudah sangat tidak terkendali, tak ada lagi yang bisa menjadi pegangan, hal ini bisa merugikan emiten secara eksesif. ”Padahal, mereka seharusnya tidak dirugikan,” kata Menkeu. Dia menambahkan, pemerintah tidak bisa mengeliminasi koreksi di bursa. Namun, pemerintah akan mengawal agar penyesuaian harga berjalan setenang-tenangnya. ”Dengan begitu, proses ini bisa dilalui dengan baik tanpa menimbulkan adanya kerusakan yang terlalu besar,” katanya.

Menkeu tidak bisa memastikan apakah perdagangan Senin bisa dibuka. Pemantauan dilakukan jam demi jam dengan memperhatikan faktor global. ”Bagaimana Senin, saya bukan ahli nujum. Saya tidak tahu nanti hari Senin,” katanya.

Dari Amerika, indeks saham Dow Jones tadi malam melorot tajam. Hingga pukul 23.45 WIB (12.45 waktu New York), indeks Dow Jones telah tergerus lebih 4 persen ke titik 8.278,83. Dengan begitu, dalam lima hari terakhir, indeks Dow Jones telah longsor hampir 20 persen (2.000 poin). Indeks Nikkei Jepang juga terus tergerus secara signifikan. Bahkan, kemarin indeks Nikkei kembali terjun hampir 10 persen (881 poin) ke level 8.276,43.

Melihat kekacauan pasar global yang tak kunjung reda, Presiden AS George W. Bush berjanji segera melakukan langkah cepat, efektif, dan lebih agresif. ”Kita akan atasi krisis ini, itu pasti,” kata Bush saat jumpa pers di White House, Washington, seperti dikutip AP tadi malam.

Bush mengatakan, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral kelompok negara-negara maju G7 telah hadir untuk memecahkan krisis secara bersama. Anggota G7 adalah AS, Jepang, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Kanada. Rencananya, Bush bakal bertemu dengan pemimpin finansial itu Sabtu.

Bentuk Gugus Tugas

Menkeu bersama BI, Bapepam-LK, LPS, jaksa agung, dan Kapolri membentuk gugus tugas (task force) untuk merespons secara koordinatif penanganan isu, rumor, dan tindakan yang membutuhkan penanganan khusus jika ada masalah hukum. Task force itu akan menindak tegas pihak yang sengaja mengambil keuntungan dari situasi krisis saat ini dan memperkeruh suasana dengan sengaja merusak pasar modal.

”Kita melihat ada indikasi kelompok-kelompok tertentu yang melakukan tindakan melawan hukum, mengambil keuntungan. Itu akan kita informasikan segera ke task force. Dengan begitu, proses penyelidikan, penyidikan, penindakan, dan penghukuman bisa dilakukan dengan cepat,” kata Menkeu.

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menambahkan, pihaknya sudah memberikan perintah untuk mendukung kebijakan semua instansi yang terkait penanganan situasi perekonomian Indonesia.

”Jika terjadi tindak pidana, misalnya pidana perbankan, kami akan langsung involve. Penegakan hukum tetap dilaksanakan. Berkas perkara nanti dimungkinkan tidak bolak balik,” kata Kapolri.

Kemarin Menkeu menggelar rapat maraton. Selain dengan Kapolri dan jaksa agung, juga dengan Menteri BUMN Sofyan Jalil, dan beberapa Dirut BUMN. Rapat-rapat dengan Bapepam-LK, BEI, dan SRO juga terus dijalankan. Menkeu semalam juga mengumpulkan sekitar 60 emiten di kantornya.(sof/yun/iw/owi/wir/oki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: