250 Ha Lahan Kebun “Diberangus”

RADAR PALEMBANG, GUSUR – Permasalahan antara PT Laju Perdana Indah (PT LPI) dengan warga sekitar tidak kunjung berakhir. Masing-masing pihak mengklaim dan mengakui bahwa lahan yang berada di sekitar perkebunan LPI adalah milik mereka.


Seperti yang terjadi di Dusun IV Desa Tinggal Jaya, Kecamatan Cempaka OKU Timur. Warga di dusun ini harus menerima kenyataan pahit karena kebun karet milik mereka seluas 250 hektar sejak September lalu digusur secara sepihak oleh  PT Laju Perdana Indah (LPI)  dengan menggunakan berbagai macam alat berat.
Akibat dari penggusuran itu, ratusan warga desa Tinggal Jaya harus menanggung kerugian yang cukup besar. Setelah  kebun karet yang merupakan satu-satunya sumber mata pencaharian mereka tumbang rata dengan tanah, karena  digusur alat berat milik LPI.
Menurut pengakuan sejumlah warga pada wartawan Sabtu (11/10), penggusuran yang dilakukan oleh PT LPI tersebut telah berlangsung mulai September 2008 lalu, dengan luas lahan yang digusur berkisar 250 hektar mulai dari kebun karet hingga perkarangan rumah milik warga.
Padahal warga telah berdomisili di desa tersebut sejak tahun 1980 silam dan dilengkapi dengan bukti kepemilikan tanah yang sah yang dituangkan dalam Surat Kepemilikan Tanah (SKT) yang dikeluarkan camat setempat pada tahun 1994 silam.
“Meski kita memiliki SKT tetap saja LPI melakukan penggusuran, dengan alasan pihak LPI melakukan penggusuran itu karena masuk dalam HGU. Padahal sebelumnya warga tidak pernah menerima ganti rugi dalam bentuk apapun, sebagai pengganti bangunan dan tanaman karet warga,” ujar Sukadi tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu menurut Kepala Dusun IV Desa Tinggal Jaya Sujiman (40),  ketika LPI akan melakukan penggusuran warga  sama sekali tidak pernah diberi tahu atau diajak bermusyawarah. Pihak LPI langsung saja merobohkan 250 hektar  tanaman karet dan menggusur 27 pekarangan rumah tempat tinggal warga dengan menggunakan sejumlah alat berat.
“Sekarang ini warga kebingungan bukan saja tanaman karet yang dirusak namun tanaman singkong yang menjadi penyambung hidup warga juga dihancurkan. Permasalahan ini sebenarnya telah dilaporkan pada pihak Pemerintah Kabupaten OKU Timur, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah tentang kelangsungan hidup mereka,” tegas Sujiman.
Terpisah Camat Cempaka Edwar Basir ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penggusuran yang dilakukan LPI tersebut, sedangkan laporan warga sudah ditindaklanjutinya dengan menerusakan ke  Pemkab OKU Timur melalui Kabag Tata Pemerintahan (Tapem).
Sementara itu dari pihak  LPI tidak satupun yang bisa dikonfrimasi termasuk H Ishar Madi selaku Plantation Manager PT LPI. Ketika dihubungi wartawan via ponselnya juga tidak diangkat meskipun terdengar nada sambung. (awa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: