Belum Jelas, Caleg Bingung Sosialisasi

RADAR PALEMBANG, PILIH – Belum jelasnya soal surat suara pada pemilu legislatif (pileg) 2009 mendatang membuat para calon anggota legislatif (caleg) bingung. Pasalnya, hal ini menghambat kegiatan sosialisasi pencalonan mereka. Apalagi dengan sistem pemberian suara yang baru.


”Selama ini kan sistemnya coblos, namun kali ini sistem contreng. Nah, dengan adanya perubahan sistem ini, maka kami perlu melakukan sosialisasi yang lebih insentif kepada masyarakat,” kata caleg asal Partai Bulan Bintang (PBB) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel 1 (Kota Palembang) Nasrun Anis akhir pekan lalu.
Mengingat kata Nasrun, selama ini masyarakat berpuluh-puluh tahun sudah menggunakan coblos. Jadi, dengan adanya perubahan ini pihaknya harus melakukan sosialisasi yang berbeda dengan sebelumnya.
”Dulu kan hanya bilang coblos. Tetapi sekarang contreng. Susahnya contreng ini sendiri belum jelas seperti apa. Apakah dengan disilang atau seperti apa. Lalu bagaimana  teknisnya lainnya juag belum jelas,” kata Nasrun.
Belumlagi kata Nasrun persoalan surat suara yang belum juga jelas. Baik dari sisi ukuran, formatnya. ”Jadi kami kalau mau sosialisasi bingung. Kalau kami buat ukuran A, ternyata B, kan susah. Begitui juga formatnya, apa nama disusun kebawah atau seperti apa,” imbuhnya.
Kalau salah mensosialisasikan dikhawatirkan nanti saat dibilik suara, konstituen akan salah memilih. Akibatnya terjadi salah pilih. Karenanya anggota DPRD Sumsel ini berharap KPU pusat segera mengeluarkan contoh surat suara.
”Apalagi dengan jumlah caleg yang sangat banyak, partai yang banyak pula ini harus cepat disosialisasikan. Karenanya sekarang harusnya sudah ada kejelasan seperti apa,” tukasnya.
Hal serupa dikatakan caleg asal Partai Golkar M Sartimin yang maju dari dapil IV (Kota Prabumulih dan Muara Enim) dinomor urut 8. ”Saya melihat pendidikan politik di Indonesia belum bisa dibuat seperti itu (sistem contreng, red). Nanti saat di bilik dia bingung mau pilih yang mana. Menandainya seperti apa,” kata Sartimin.
Apalagi sambung Sartimin saat ini model surat suara belum jelas. Dirinya khawatir, waktu mensosialisasikan diri akan sangat pendek. Pasalnya dengan sistem yang baru diperlukan sosialisasi yang ekstra dibandingkan pemilihan sebelumnya.
”Kalau cara seperti ini ya kami harus turun dan menjelaskan ke kosntrituen satu persatu. Kami harus menjelaskan perorangan. Ini loh nama saya, diposisi ini. Lalu tandai seperti ini. Beda dengan dulu cukup coblos sudah sah,” tandasnya. (rul)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: