Dualisme, Parpol tak Maksimal

RADAR PALEMBANG, PILEG – Dualisme yang terjadi dibeberapa partai politik membuat kinerja mereka tak maksimal. Akibatnya, parpol tak mampu memaksimalkan daerah pemilihan (dapil) yang ada.
Dau partai yang banyak dapil kosong adalah Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan Partai Persatuan Nahdatul Umat Indonesia (PPNUI). PPDI, hanya menempatkan calonnya di tiga dapil saja.


Yaitu di Dapil I (Palembang) Dapil IV (Prabumulih, Muara Enim), dan Dapil VII (Musi Rawas, Lubuk Lingggau). Sedangkan PPNUI hanya ada caleg di dua dapil saja. Tepatnya di Dapil I (Palembang), Dapil II (Muba, Banyuasin).
Menyikapi ini Ketua DPD PPDI Sumsel Yeni Herlina mengatakan hal ini terjadi pihaknya terkendala dengan dualisme yang sempat terjadi. Sehingga banyak kader, pengurus yang sedianya akan maju dari PPDI terpaksa membatalkan niatnya.
”Sebenarnya banyak yang akan maju dari PPDI. Tetapi karena dualisme, tersebut, akhirnya banyak yang membatalkan niatnya karena ragu. Jangan-jangan nanti sudah mendaftarkan diri, eh tidak lolos. Makanya mereka membatalkan niatnya,” sambung Yeni.
Hal kata Yeni tentu membuat partainya menjadi rugi. Namun dirinya tidak mau berlama-lama larut dalam kekecewaan. Buktinya, sekarang pihaknya sudah melakukan konsolidasi lebih baik lagi.
”Alhamdulillah kami sudah bekerja dan melakukan konsolidasi. Mana-mana ranting, anak ranting yang tidak berjalan diganti dan diaktifkan lagi. Bahkan dalam waktu dekat ini kami akan melakukan konsolidasi dengan semua caleg dari PPDI. Kami akan menysun langkah menuju pileg 2009 nanti,” kata wanita yang maju dari Dapil Sumsel I dinomor urut 1 ini.
Lain partai lain pula kendalanya. Ketua DPW PPNUI Sumsel Syamsul Wijaya mengaku minimnya dapil yang diisi karena persoalan waktu. ”Yang jelas kami terkejut. Mengingat pada awalnya kami dinyatakan tidak lolos,” imbuh anggota DPRD Sumsel ini.
Namun yang terjadi kata Syamsul pada tanggal 16 Agustus partainya dinyatakan lolos dan dilakukanlah pengundian nomor urut. Padahal kata caleg yang maju dari Dapil II dinomor urut 1 ini, saat itu para pengurus sudah kocar-kacir pindah ke partai lain.
”Ya karena tidak menyangka itulah jadinya. Pengurus yang akan maju sudah pindah partai lain. Jadi kami tidak siap. Saya pun demikian, sudah ambil ancang-ancang pindah ke partai lain,” katanya.
Akibatnya kata Syamsul lagi, yang maju pada pileg 2009 mendatang apa adanya saja. ”Kan itu hari Jumat. Lalu Sabtu, Minggu libur. Sedangkan Seninnya pendaftaran terakhir. Jadi tidak sempat lagu mengurus surat-menyurat,” tandasnya.
Meski demikian Syamsul tidak merasa dirugikan. Mengingat untuk DPRD tingkat kabupaten/kota semuanya ada caleg.(rul)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: