Pertumbuhan Mocin Tergerus Pesaing

RADAR PALEMBANG, MOCIN- Beberapa waktu lalu keberadaan motor asal Cina atau biasa disebut mocin cukup banyak. Namun seiring dengan perkembangannya, motor yang banyak diproduksi dari kawasan Chongkok Cina tersebut lambat laun menghilang.

Kepala Cabang PT Asean Motor International main dealer KTM wilayah Sumsel Arsen Djuranovik SE mengungkapkan keberadaan Motor Cina sebenarnya cukup banyak. Di Indonesia ada sekitar 40 merek yang sekitar 30 diantaranya ada di Palembang. Namun seiring dengan perkembangannya, keberadaan mocin tersebut mulai tergerus, karena sulit untuk bersaing. “Kalau berbicara motor cina sebenarnya cukup banyak, di palembang ini saja ada sekitar 30 merk, tetapi sekarang tinggal beberapa merk saja,“ ujarnya kepada koran ini.
Dijelaskan, tergerusnya merek-merek tersebut dipengaruhi banyak faktor salah satunya adalah image yang belum begitu baik dimata masyarakat. “Membangun image itu memang bukan sesuatu yang mudah, “ tegasnya.
Selain image, faktor lain yang tak kalah penting adalah keberadaan layanan after sales, yang meliputi servis dan sparepart. “Selama ini mocin masih banyak sebatas sales, saja padahal dari sisi konsumen layanan after sales itu sangat penting. Coba bayangkan bagaimana seandainya motor yang dibeli ada kerusakan, “ terangnya.
Tanpa dukungan layanan after sales tersebut, sepertinya keberadaan mocin akan sulit berkembang dan bisa-bisa tenggelam karena tidak mampu bersaing. Untuk KTM sendiri Arsen mengaku selalu berusaha mengembangkan layanan after sales ini dengan membuka jaringan bengkel diseluruh daerah. “Selain diler untuk sales, kami juga terus membangun jaringan bengkel, sehingga bila konsumen mengalami kesulitan mereka tidak sulit untuk memperbaiki, “ujarnya.
Di Palembang sendiri, sambung Arsen, KTM sudah memiliki 15 unit bengkel, yang 7 unit diantaranya berada di Kota Palembang dengan 50 diler resmi. Hal senada  diutarakan Direktur PT Raja Global Motorindo main dailer Beijing Motocycle Palembang Anthony Wijaya. Menurutnya salah satu penghambat berkembangan penjualan mocin adalah masalah image. “ Saat ini image yang masih menjadi penghambat, kalau dari sisi kualitas dan harga kita bisa bersaing, “ ujarnya. Sekarang ini, masyarakat masih memandang sesuatu yang murah itu tidak berkualitas, padahal itu tidak semuanya benar.
Ditambahkannya, walaupun image tersebut belum sepenuhnya berubah namun secara bertahap penjualan sudah mulai menunjukann adanya peningkatan. “Motor cina sekarang kian diminati, bahkan dibandingkan tahun-tahun lalu penjualan sekarang cenderung ada peningkatan sekitar 10 persen, “ terangnya.
Untuk produk Beijing sendiri rata-rata penjualan setiap bulannya mencapai 300 unit lebih. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar diangka 200 hingga 250 unit perbulannya.
Ditambahkan Antony Beijing telah memiliki enam cabang yang tersebar di seluruh Sumsel. Nah, dari seluruh cabang tersebut Lubuk Linggau merupakan daerah yang paling besar kontribusinya. Untuk mendongkrak penjualan, pihaknya juga kian gencar melakukan promosi seperti yang saat ini sedang berlangsung. “Sekarang kami ada promo, setiap pembelian motor untuk item tertentu akan diberikan hadiah langsung berupa handphone, “ ujarnya seraya menjelaskan promo tersebut berlaku untuk pembelian cash ataupun kredit. (ace)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: