Aktivitas Pegadaian Pasca Lebaran

Nasabah Kembali Gadaikan Barang

Antrian panjang, di kantor pegadaian bukan merupakan sesuatu hal yang aneh lagi. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, menjelang lebaran terjadi lonjakan nasabah Pegadaian. Kebanyakan nasabah melunasi pinjaman sekaligus menebus barang yang dijaminkan. Sementara permintaan kredit kendati sedikit ada peningkatan tetapi relatif stabil atau sama dengan bulan sebelumnya. Berikut pengamatan koran ini.

Herlia Apriliyani –PALEMBANG

Setelah lebaran, permintaan kredit atau pinjaman bahkan melonjak karena banyak nasabah yang kehabisan uang usai mudik sehingga membutuhkan uang untuk modal kerja atau modal usaha.

Bagi mereka yang membutuhkan uang tunai dalam tempo cepat sementara tidak punya cukup tabungan, menggadaikan barang berharga tampaknya menjadi alternatif untuk mendapatkan pinjaman.
Dibanding harus mencari pinjaman ke bank atau kartu kredit yang prosedurnya berbelit dan belum tentu pinjaman diberikan kebanyakan dari masyarakat lebih memilih datang ke pegadaian untuk menggadaikan barang berharga mereka.
Tidak sulit memang bagi nasabah untuk mendapat pinjaman dari Pegadaian. Nasabah tinggal membawa barang jaminan kemudian ditaksir harganya. Bila disepakati, nasabah tinggal menandatangani selembar Surat Bukti Kredit (SBK) lalu datang ke kasir untuk mendapatkan uang tunai. Demikian pula saat menebusnya, hanya butuh waktu 15 menit selesai.
Aktivitas ini bukan hanya terjelang momen-momen tertentu saja. Seperti sudah menjadi sebuah tradisi, setiap harinya walaupun pengunjungnya tak seramai momen-momen besar tetapi tetap ada saja pengunjung yang mendatangi kantor ini setiap harinya untuk mengadaikan mengadaikan ataupun menebus barang yang mereka gadaikan.
Seperti yang diungkapkan oleh Pimpinan Cabang Pegadaian Palembang, Siswuryanto, menurutnya aktivitas yang terjadi di kantor pegadaian ini merupakan suatu kewajaran. Kami ada untuk mensejahterakan kehidupan mayarakat, karena keadaan terkadang mereka terpaksa harus menggadaikan barang-barang mereka ketimbang meminjam uang.
”Menjelang lebaran, kenaikan pelunasan itu melonjak. Sebaliknya, kalau setelah Lebaran akan kembali stabil, tetapi untuk peminjaman akan melonjak lagi. Apalagi menjelang kenaikan kelas atau tahun ajaran baru itu permintaan kredit bisa meningkat 20-30 persen dari bulan-bulan biasanya, ” jelas Siswuryanto.
Barang-barang yang digadaikan pun sampai saat ini masih tetap dominan ke perhiasan ketimbang barang-barang gudang seperti halnya barang-barang elektronik perbandinganya bisa mencapai 90-an persen untuk perhiasan dan sisanya untuk pengadaian barang elektronik dan barang lainnya.
”Kami selaku perusahaan jasa pun terus berusaha unuk memenuhi kebutuhan dari nasabah, dari segi modal berapapun nilai transaksi perharinya diusahakan bisa terpenuhi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ”tutupnya. (*/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: