Arudji: Bentuk Tim Investigasi Soal Pusri

Untuk Usut Saham Penyertaan Pemprov

RADAR PALEMBANG, SAHAM – Hilangnya saham Pemprov Sumsel senilai 40 persen atau senilai Rp 40 juta saat pendirian PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) harus diusut. Karenanya anggota DPRD Sumsel Arudji Kartawinata meminta agar segera dibentuk tim investigasi untuk mengusut hal ini.


’’Untuk melacak hilangnya saham pemprov sebanyak 40 persen saat pendirian awal PT Pusri, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Diantaranya pertama, DPRD Sumsel dan Pemprov Sumsel duduk bersama membentuk tim investigasi menelusuri saham pemda di Pusri,’’buka mantan Anggota DPRD Sumsel ini kemarin (13/10) saat dibincangi di ruang kerjanya.
Tim ini sambung Arudji terdiri dari unsur DPRD Sumsel, unsur Pemprov Sumsel, unsur masyarakat, dan pihak terkait lainnya. opsi kedua, dewan akan memanggil pemrpov untuk meminta penjelasan tentang saham tersebut. ’’Kalau opsi kedua yang diambil, yang bekerja ada dewan. Dewan akan membentu panitia khusus (pansus). Dewan dengan kekuatannya akan menelusuri jejak saham pemprov tersebut,’’imbuhnya.
Terhadap opsi kedua, Arudji masih bertanya-tanya, apakah selama ini cara ini pernah dilakukan atau tidak. Yang jelas selama dewan periode 2004 – 2009, belum pernah dilakukan sama sekali. Selain itu untuk membentuk pansus dirinya harus mendapat dukungan dari anggota dewan yang lain. ’’Ada tanda tangan dukungan yang harus dikumpulkan,’’ katanya singkat.
Ini perlu dilakukan imbuh Arudji karena ia melihat selama ini sejak holding, spin off diributkan ada yang mengatakan hanya sentimen historis belaka. Disadari kalau ini yang dibawa, jelas akan sangat tidak mendasar.
’’Nah, sekarang ternyata terungkap saat pembangunan awal ada dana pemprov. Artinya Pusri itu asetnya, hampir separuh milik pemprov. Milik rakyat Sumsel. maka wajar kiranya kalau masyarat Sumsel bergerak mempertanyakan hal ini rame-rame,’’ tandasnya.
Apalagi selama ini kontribusi Pusri terhadap Sumsel sangat kecil. Pusri memberikan kontribusi hanya berupa dana pihak ketiga senilai Rp 50 per kantongnya. Target yang cantumkan di APBD Sumsel senilai Rp 500 juta per tahunnya pun tidak pernah tercapai.’’Kalau ini jelas, maka kontribusi ke APBD akan sangat besar. Bayangkan dana Rp 40 juta tahun berapa nilainya sekarang ini,’’ kata Arudji.
Terhadap opsi yang ditawarkan tersebut Arudji mengatakan baru sebatas wacana pribadi. Belum disampaikan kepada dewan secara resmi. Namun dirinya saat ini terus mendorong agar Komisi II DPRD Sumsel bisa terus mendorong idenya tersebut.(rul)

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: