Bank Perketat Kredit


Atasi Kesulitan Likuiditas

RADAR PALEMBANG, KETAT-Kesulitan likuiditas mulai merambah perbankan kota ini. Mengantisipasi itu, sejumlah bank memperketat pemberian kredit. Bahkan, belakangan perbankan juga berusaha menjaga tingkat kemacetan dibawah batas normal.


“Perbankan sudah mulai mengantisipasi rasio kredit dengan simpanan (LDR) supaya tidak meningkat terus. LDR diusahakan tidak mencapai 90 persen karena ada nilai ambang batas yang harus dipenuhi,” ujar Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sumsel, Darmawan.
Dengan kondisi lukuiditas yang tengah tersendat seperti sekarang, akan sulit bagi bank untuk membayar dana mahal yang jatuh tempo. Terlebih lagi jika angka LDR tersebut ditingkatkan lagi. ”Jika LDR tinggi, likuiditas akan ngedrop dan itu berbahaya bagi bank tersebut.”
Untuk itulah, sejak dua bulan terakhir, bank-bank lokal mulai mengerem kredit. Namun tidak semua bank melakukan langkah tersebut. Bank-bank dengan komposisi dana murah lebih banyak tidak akan mengalami kesulitan pendanaan. Tetapi lain halnya untuk bank yang giat salurkan dana mahal, spread net interest margin yang diterima akan makin mengecil. Likuiditas bank tersebut bakal terancam.
Peningkatan bunga, sambung dia, bukan menjadi ancaman bagi debitor. Bunga kredit tidak bisa serta merta dinaikan mengikuti BI rate. Ketika bunga simpanan meningkat sekitar satu persen, maka kenaikan rate kredit hanya di kisaran seperempat persen. Bank juga perlu mempertimbangkan kekuatan pengusaha sebelum memutuskan menaikan bunga.
”Bank itu mempunyai perhitungan sendiri, ada simulasi sesuai dengan formula masing-masing. Bunga dinaikan secara bertahap sebelum diterapkan ke nasabah, jika sampai level tertentu debitor sudah mulai kesulitan maka levelnya akan diturunkan lagi,” ungkap pria yang juga Pemimpin BCA Palembang. Apalagi untuk kredit konsumer yang umumnya mendominasi portofolio kredit perbankan, tidak bisa serta merta mengalami kenaikan rate.
Bagi BCA sendiri, sambung Darmawan, kesulitan likuiditas tidak dialami. Namun bank dengan nilai aset bank swasta terbesar itu telah mengantisipasi penyaluran kredit secara terbatas. Angka LDR bank itu kini hanya sebesar 40 persen dengan komposisi dana murah dominasi 80 persen dibanding dana mahal. ”Sekarang mungkin 50 persen spread kami masih longgar,” tandasnya.
Banyak cara yang dilakukan bank tersebut untuk menjaring nasabah dana murah (tabungan) di tengah terpaan godaan bunga tinggi yang umumnya mulai dilakukan perbankan saat ini. Fasilitas teknologi tinggi serta jaringan net work yang besar, mampu membuat nasabah tetap bertahan.
Selektifitas pemberian kredit juga dilakukan BTN Palembang sejak sebulan terakhir. Peningkatan SBI yang dilaksanakan pemerintah bersama bank sentral, membuat bank mulai kesulitan lukuiditas akibat pembayaran dana mahal (deposito) juga meningkat. ”Suku bunga dari perbankan tinggi (dana mahal), akhirnya untuk ngelempar juga susah. Jadi untuk sementara kami selektif saja memberi kredit,” kata Pimpinan Cabang BTN Palembang Arief Budiman.
Namun, mengingat BTN mempunyai core bussiness di penyaluran kredit khususnya KPR, angka LDR sejauh ini sudah diatas ketentuan yakni 120 persen. Sementara kemacetan hanya 3,49 persen. ”Kredit kami berikan hanya untuk debitur lama yang memang akrab dengan BTN, sedangkan bagi debitur baru bank akan sangat selektif,” jelasnya.(ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: