BUMN Fund Segera Terbentuk

RADAR PALEMBANG, BUMN-Upaya menggenjot kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus dilakukan. Kali ini, kementerian BUMN menyiapkan instrumen BUMN Fund untuk membantu perusahaan pelat merah yang mengalami kesulitan permodalan atau cash flow.

Demikian disampaikan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil. Menurut dia, saat ini sebenarnya struktur BUMN Fund sudah tersusun. ’’Modelnya memang sudah ada. Tapi belum sampai tahap raising fund (pengumpulan dana, Red),’’ ujarnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Sofyan mengatakan, saat ini perijinan pembentukan BUMN Fund sudah diserahkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). ’’Jika ijin sudah keluar, maka bisa langsung dicari pendanaan dan proyek yang akan didanai,’’ katanya.

Menurut dia, blue print instrumen BUMN Fund saat ini sudah diaplikasikan untuk sebuah proyek percontohan, yakni pembangunan Pelabuhan Penajam di Kalimantan Timur yang diproyeksikan sebagai pelabuhan bagi perusahaan-perusahaan perminyakan. ’’Pendanaannya di-arrange oleh Bahana (BUMN sekuritas, Red),’’ terangnya.

Sofyan mengatakan, permodalan BUMN Fund akan coba dikumpulkan dari BUMN-BUMN yang memiliki kelonggaran dana. ’’Instrumennya bisa melalui semacam reksadana khusus,’’ jelasnya.

Nantinya, lanjut dia, semua BUMN boleh ikut menanamkan dana melalui BUMN Fund. Demikian pula soal proyek, semua BUMN bisa mengajukan proposal pendanaan untuk proyek-proyeknya.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan, BUMN Fund memang sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses pendanaan. Dia menyebut, masalah yang sering dialami BUMN untuk mendapatkan dana adalah karena prosedur yang terlalu panjang. Padahal BUMN lain memiliki kelonggaran dana yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kesulitan BUMN lain. ’’Dana yang diperlukan untuk pembentukan BUMN Fund sekitar Rp 1 triliun,’’ ujarnya.

Saat ini, BUMN Fund memang menjadi satu dari dua strategi Kementerian BUMN untuk menggenjot kinerja perusahaan pelat merah. Program lainnya dijalankan melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Jika BUMN Fund diarahkan untuk membuka akses pendanaan bagi BUMN yang kesulitan modal, maka PPA diarahkan untuk menjadi dokter spesialis guna merestrukturisasi BUMN yang kinerjanya dinilai tidak optimal. Setelah Merpati Nusantara Airlines, kini PPA juga diproyeksikan untuk segera menangani PT PAL Indonesia, serta BUMN bidang pelayaran PT Djakarta Lloyd.(owi/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: