Buy Back Disambut Investor

PROGRAM buy back saham BUMN oleh pemerintah ternyata disambut baik investor. Perdagangan hari pertama pasca suspend tiga hari, indeks sempat penuh tekanan bahkan minus terendah 6,4 persen (92,91 poin), walaupun akhirnya ditutup menguat 0,70 persen (10,20 poin) di level 1.461,873.

Jika dilihat secara keseluruhan indeks kemarin mengalami penguatan tujuh persen, dari sebelumnya minus 6,4 persen namun akhirnya ditutup plus 0,7 persen. Kemungkinan penguatan itu akan berlanjut pada perdagangan hari ini, mengingat ada kebijakan pemerintah yang membatasi (auto reject) bagi indeks apabila minus ataupun menguat lebih dari 10 persen.
Sementara yang terjadi kemarin penguatan sudah hampir menyentuh 10 persen. Padahal jika dilihat kebiasaan, ketika saham menguat bisa sampai 30 persen dalam satu hari. Jadi transaksi ini membuktikan masih ada peluang besar saham untuk menguat lagi.
Tergerusnya indeks yang cukup dalam hari ini merupakan pengaruh arus negatif akibat kekuatan forced selling. Investor melepas terlebih dulu kewajibannya menghindari gagal bayar oleh sekuritas asing dan lokal. Tetapi daya tarik buy back yang mulai kelihatan sejak sesi pertama perdagangan, memacu investor yang telah melepas saham BUMN di perdagangan pertama untuk lakukan pembelian kembali di sesi kedua.
Belum lagi ada pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyatakan pemerintah menaikkan nilai penjaminan LPS perbankan dari sebelumnya hanya Rp 100 juta naik jadi Rp 2 miliar. Langkah pemerintah ini sangat tepat sehingga saham perbankan yang awalnya minus dalam, mulai menguat kembali.
Aturan transaksi juga dipermudah BEI. Tadinya ada kebijakan mengenai pre opening yakni open market dimulai 9.10 WIB yang merupakan pasar pembukaan, dan di kala itu transaksi (jual-beli) bisa dilakukan, kemudian dipukul 9.25 WIB dan 9.30 WIB barulah menuju pasar sesungguhnya, ditiadakan pemerintah. Aturan ini dinilai bakal menakutkan pasar sehingga ditiadakan.
Nilai transaksi kemarin naik dua kali lipat akibat aksi buy back pemerintah tersebut, dari biasanya hanya dikisaran Rp 2-3 triliun, kemarin naik jadi Rp 7,499 triliun atau naik 3,5kali lipat dari transaksi biasanya.
Jumlah saham yang menguat kemarin ada 72 saham, 97 saham lainnya turun dam 35 saham stagnan. Saham yang menguat seluruhnya BUMN, PTBA naik 9,5 persen (500) ke 5.750, ISAT naik 9,94 persen (375) ke 4.325, SMGR naik 9,73 persen (180) ke 2.030, TLKM naik 2,33 persen (150) di 6.600, PGAS naik 9,43 persen (150) di 1.740, ANTM naik 9,52 persen (100) di 1.150, JSMR naik 9,21 persen (70) di 830 dan TINS naik 5,26 persen (60) di 1.200.
Saham yang turun mayoritas perbankan. Minus yang terjadi bisa diminalisir dengan keluarnya aturan pemerintah tentang dana penjaminan perbankan. BBRI minus 50 (1,17 persen) di 4.225, BMRI minus 175 (5,43 persen) di 2.175, BBNI turun 40 ke 600. Saham lainnya yang minus UNTR turun 100 ke 6.100 dan ITMG minus 950 di 11.700.
Bursa Asia Pasifik kemarin juga mengalami penguatan Australia AORD naik 202,40 poin (5,14 persen) di 4.141,90, Shanghai SSEC naik 3,65 persen (73 poin) di 2.073,57, Hangseng naik 1.515,29 poin (10,24 persen) di 16.312,16, STI naik 6,57 persen di 2.076,35, Kospi naik 3,79 persen (47,06 poin) di 1.288,53.
Kondisi rupiah kemarin turun 420 poin (4,17 persen) di Rp 9.825, adapun komoditas minyak mentah perdagangan kemarin sore naik 3,3 dolar (4,25 persen) di USD 81,55 perbarrel, dan emas naik 7,7 dolar (1,75 persen) di USD 864,91 pertroy ons.(ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: