Diplomasi Ekonomi Amankan Intruksi SBY

RADAR PALEMBANG, INSTRUKSI PRESIDEN-Krisis finansial global yang berdampak pada Indonesia tidak bisa diselesaikan sendirian oleh negara ini. Kerjasama di tingkat bilateral maupun multilateral harus dilakukan untuk meningkatkan ketahanan keuangan. Hal ini yang menjadi dasar Departemen Luar Negeri untuk menyukseskan diplomasi ekonominya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah menilai bahwa diplomasi ekonomi yang dilaksanakan pihaknya sejalan dengan instruksi yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Diplomasi ekonomi yang dilakukan disesuaikan dengan 10 instruksi yang telah diberikan oleh Bapak Presiden beberapa waktu lalu,” ujarnya di Jakarta kemarin (12/10).
Untuk diketahui SBY memaparkan 10 hal yang harus dilakukan pemerintah, pelaku ekonomi, dan masyarakat. Yang terkait dengan dunia luar diantaranya terkait dengan diversifikasi pasar produk ekspor Indonesia.
Instruksi tersebut direspons oleh Departemen Luar Negeri dengan berupaya untuk mencari pasar diluar konvensional terutama menghindari pasar Amerika Serikat yang hingga kini masih mendominasi.
“Kami akan membidik pasar-pasar non AS, diantaranya pasar Timur Tengah yang memiliki banyak dana dari penjualan minyak mentah,” sebutnya.
Faiz menambahkan bahwa diplomat-diplomat Indonesia kini berupaya meyakinkan pada dunia usaha di luar negeri untuk bisa menanamkan modalnya di Indonesia terutama di sektor riil.
“Sebenarnya ini peluang bagi kita, karena dana-dana dari investasi-investasi di sektor portfolio banyak yang dicairkan. Kita akan yakinkan bahwa dana-dana tersebut idealnya masuk dalam sektor riil tidak lagi portfolio investment,” lanjutnya.
Departemen Luar Negeri memang aktif mendukung lembaga-lembaga teknis seperti Departemen Perdagangan dan BKPM yang mengurusi masalah investasi dan perdagangan untuk mengamankan instruksi Presiden tersebut.
Masalah diplomasi ekonomi menjadi salah satu fokus tersendiri yang menjadi prioritas Departemen Luar Negeri. Diplomasi Indonesia yang tengah berjalan di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin kompleks.
Ini membuat para diplomat memerlukan penguasaan pengetahuan dan keahlian di bidang ekonomi makro, moneter dan perbankan, karena hakekat diplomasi ekonomi yang dilakukan Indonesia adalah untuk memperjuangkan kepentingan nasional di bidang ekonomi guna mendukung program pemerintah yang pro-growth dan pro-poor. (iw/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: