Disperindag Mejahijaukan Agen Elpiji Nakal


Terkait Temuan Tabung Gas Tidak Standar

RADAR PALEMBANG,ELPIJI-Tidak ada kata ‘deal’ dalam pertemuan antara pihak PT Pertamina UPMS II dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Sumsel soal temuan tabung elpiji tak standar yang beredar di pasar. Meskipun pertamina terkesan  melunak terhadap agen elpiji tetapi Disperindag konsisten  memejahijaukan agen elpiji nakal -–PT Kalindo dan Dempo Makmur Group–yang tindakannya membayakan keselamatan jiwa konsumen.


’’Ada tiga komponen laporan dalam berita acara yang kita sampaikan ke Pengadilan. Dimana Pertama sudah kita sampaikan Jumat (10/10) lalu, dan kedua kita laporkan Senin (13/10) hari ini (kemarin-red),’’kata Kasi Perlindungan Konsumen (PK) Disperindag Sumsel Yusrizal, kemarin.
Masih ada proses hukum yang patut dihargai, kalau memang nanti setelah dilihat ada kasus tindak pidana tentu akan ada sanksi. Apa itu, menurut ketentuan UU Nomor 08 tahun 1999 bila terbukti, ada unsur tindak pidana setelah dilakukan penyidikan, bisa diancam hukuman penjara 5 (Lima) tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar. Bila denda Rp 2 miliar tak dibayar, bisa dikenakan  penggantinya jo (junto) setidaknya kurungan 1-2 tahun tambahan.
’’Kita akan tetap kawal, agar tetap diproses secara hukum. Setelah dibuat BAP nanti kan bisa dilihat, siapa saja terlibat di dalamnya, sejauh apa tingkat pelanggaran ini. Apakah ada unsure kesengajaan, kelalaian atau unsure lainya,’’tambah Yusrizal.
Sementara itu Sales Representative PT Pertamina UPMS II Palembang Hendra dan Humas PT Pertamina Roberth di sela-sela rapat kemarin juga menegaskan bahwa, dalam pertemuan rapat itu, pihaknya meminta seluruh pihak menyamakan persepsi tentang kejadian ini.
Soal hukum dan sanksi itu urusan pihak berwajiblah dan pihak melapor. ’’Pertaminan di sini hanya memberikan penjelasan lebih jauh, tentang kondisi lapangan, keagenan, distribusi dan kemampuan Pertamina dalam melakukan pengawasan ini,’’kata Hendra.
Meski secara tak langsung pihak Pertamina mengakui, ini termasuk salah satu kekurangmampuan Pertamina dalam mengoptimalkan pengawasan. Pihaknya tetap berharap meminta semua pihak ikut mengawasi, dan melaporkanya ke Nomor 500 000 on line bila ada pelanggaran dan lainya.
Kedepan pihaknya bakal mengeveluasi seluruhnya dan mengoptimalkan pengawasan lebih ketat. Bagaimanapun juga ini perlindungan terhadap konsumen. Diantaranya akan menerapkan ketentuan berat tabung kosong sama jumlahnya yakni 15,1 kilogram. “Jadi kalau sekarang masih variatif ada 15,1, ada juga 14,11 dan lainya. Nanti akan kita tarik dan samakan,”ungkapnya.
Termasuk mengawasi setiap tabung yang ada diisi di setiap SPBE, apakah masih memenuhi ketentuan standart operasional yang ada tanda masa berlakunya  atau tidak. Termasuk untuk timbanganya, harus mencantumkan tanda tera di setiap timbangan.”Sebenarnya kita tak ada batasan ketentuan, mau pakai merek dan produk mana saja. Asalkan ketentuanya sama, seperti untuk timbangan tabung 12 kilogram dengan berat isi 27 kilogram, standart berat timbangan tak kurang dari RP 50 kilogram,”ungkapnya.(ayu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: