Emisi Obligasi Susut Drastis

RADAR PALEMBANG, OBLIGASI-Demam yang melanda sektor finansial tidak hanya membuat bursa saham lesu darah. Pasar obligasi alias surat utang korporasi juga mendadak mengkerut. Alhasil, emiten-emiten kian mengalami kesulitan pendanaan untuk ekspansi.

“Funding untuk ekspansi sulit. Pasar saham, perbankan, obligasi, semuanya sedang tidak kondusif,” ujar Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto.
Di pasar obligasi, perusahaan-perusahaan kian ciut nyalinya dalam menerbitkan surat utang. Data Bapepam-LK menyebutkan, hingga September, nilai emisi obligasi korporasi mencapai Rp 11,9 triliun. Itu berarti susut 44 persen dibandingkan penerbitan obligasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 27,17 triliun. Ada 14 perusahaan yang menerbitkan obligasi. Padahal, periode yang sama tahun lalu, ada 38 perusahaan yang melakukan aksi emisi obligasi. Sepanjang 2007, total emisi obligasi mencapai Rp 31,27 triliun dengan jumlah penerbit mencapai 45 perusahaan.
Otoritas bursa sendiri telah merevisi target emisi obligasi, dari Rp 40 triliun menjadi Rp 15 triliun. Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif BEI Guntur Pasaribu mengatakan, kondisi pasar keuangan menjadi alasan utama menciutnya nyali korporasi dalam menerbitkan obligasi. “Cukup sulit mencapai target awal dalam kondisi market yang bergejolak seperti saat ini,” kata Guntur.
Saat ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sedang melakukan pemeringkatan surat utang baru dari sejumlah perusahaan. Nilai emisinya di kisaran Rp 5 triliun. Meski demikian, bukan berarti perusahaan-perusahaan yang obligasi barunya tengah diperingkat itu bakal menerbitkan surat utangnya pada tahun ini. Menurut Guntur, perusahaan yang melakukan pemeringkatan obligasi tahun ini tidak serta-merta menawarkannya tahun ini juga mengingat kondisi pasar yang bearish. Kini, otoritas bursa akan lebih fokus pada perdagangan obligasi di secondary market.
Head of Debt Capital Market Danareksa Sekuritas Edwin Syahruzad menyatakan, pelaku pasar tentu ingin kondisi pasar lebih stabil sebelum menerbitkan surat utang perusahaan. ”Karena itu, memang perusahaan-perusahaan akan wait and see dulu,” ujarnya.
Sejumlah perusahaan memang menunda emisi surat utang. Di antaranya adalah PT Bank Danamon Tbk sebesar Rp 1 triliun, PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebesar Rp 1,5 triliun, dan PT BTN sebesar Rp 1 triliun. Setidaknya terdapat 13 perusahaan yang menyatakan menunda emisi obligasi dengan total nilai sebesar Rp 13,6 triliun. Secara terpisah, Presdir PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Kahlil Rowter mengakui jika tahun ini adalah tahun yang cukup suram bagi pasar surat utang. ”Sejak awal kita sudah mengeluarkan ekspektasi bahwa emisi obligasi hanya akan mencapai paling banyak Rp 20 triliun,” ujarnya.(eri/jpnn)

Nilai Emisi Obligasi Korporasi

Tahun        Nilai (Rp T)
2002        7
2003        25
2004        20
2005        8
2006        11,4
2007        31,2
Sumber: Bapepam-LK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: