Evaluasi Penebasan Lahan BSP

RADAR PALEMBANG, MUARA ENIM – Penebasan lahan yang diklaim warga Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim milik mereka oleh PT Bumi Sawindo Permai (PT BSP), berbuntut panjang. Kemarin, sekitar 100 warga mendatangi gedung DPRD Muara Enim menuntut peran pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini.

Bahkan menurut warga, PT BSP juga telah menebas lahan rimba untuk “ramuan kayu” desa yang biasa digunakan warga untuk mencari kayu dengan berbagai keperluan.
“Persoalannya dulu SK Gubernur Nomor 461/ SK/ I/ 1987 tentang pengadaan tanah seluas 9 ribu hektar di Kecamatan Tanjung Agung dan perwakilan Kecamatan Tanjung Enim untuk keperluan perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet yang ditetapkan tanggal 7 Mei 2008. Dalam praktiknya PT BSP telah melakukan penyerobotan tanah warga dengan berdasarkan SK Gubernur ini. Padahal di atas tanah HGU tersebut terdapat milik warga masyarakat Desa Darmo yang belum dibebaskan,” ungkap Koordinator Aksi Forum Masyarakat Desa Darmo Ismet dalam orasinya, kemarin.
Ia menegaskan pihaknya menuntut ganti rugi atas tanah yang telah digusur oleh PT BSP, ganti rugi tanah kebun yang dipakai untuk jalan produksi pengangkutan kelapa sawit dan meminta kejelasan tentang hak guna usaha (HGU) PT BSP di atas wilayah Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul. Dalam hal ini, Bupati Muara Enim Kalamudin Djinab yang saat itu menghadiri rapat paripurna DPRD Muara Enim berkesempatan berdialog dengan warga. Ia mengatakan PT BSP beroperasi mempunyai izin lokasi oleh gubernur sebagai pedoman. Menurutnya selagi masyarakat tidak mau lahannya dijadikan areal perkebunan, maka tidak boleh dilakukan penebasan.
“Sudah saya sampaikan ke Pak Tohir dan Pak Muslim dari PT BSP, kami tidak akan meninggalkan masalah ini dan saya juga tidak akan meninggalkan masalah ini selagi itu benar. Ini kita bantu namun ada proses, selagi proses berlangsung masyarakat bisa memonitornya di lapangan. Saya tegaskan tidak ada penebasan sebelum ada ganti rugi terutama lahan yang ada kayu milik rakyat, kita akan bentuk tim dan besok harus sudah diperiksa dan kita minta juga Bagian Pertanahan untuk mengecek HGU PT BSP,” jelasnya.
Senada, anggota DPRD Muara Enim Ganef Asmara NL mengatakan, tidak akan tinggal diam untuk masalah ini. Pihaknya akan terus monitor permasalahan tersebut hingga tuntas. “Kita harus ada kepercayaan kepada pemimpin, untuk menyelesaikan masalah ini kita minta waktu, yang penting sudah ada komitmen untuk kepentingan rakyat bukannya investor. Kita akan berunding di sana nanti akan ada saling tukar kepentingan antara warga, kepentingan PT BSP, dan kita akan difasilitasi oleh pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Humas PT BSP M Across menjelaskan jika pihaknya hanya berpatokan kepada izin HGU yang diberikan seluas 8.376,4 hektar yang tersebar di 4 desa yakni Desa Darmo, Desa Tanjung Agung, Desa Tanjung Karang, dan Desa Lingga. Secara prosedural pihaknya sendiri telah memiliki bukti kuat karena telah memiliki izin prinsip dan lokasi atas lahan itu bahkan untuk memastikan terjadinya kesalahan penebasan, pihaknya juga telah menghadirkan ahli pemetaan GPS.
“Kita hanya berdasarkan atas HGU tahun 1993, sedang izin prinsip lokasi tahun 1995 sudah 8 tahun lebih. HGU pertama diberikan tanggal 5 desember 1993 dan HGU kedua diberikan tanggal 7 desember 1993 dan lahan itu murni hutan rimba. Kalau masyarakat memiliki bukti kuat atas tanah mereka silahkan saja, kalaupun ada itu surat kepemilikannya merupakan surat pengakuan hak diatas tahun 2000. Mengenai penghentian penabasan lahan yang diminta bupati, kita belum menerima laporan kalau ada ya kita akan cari solusinya,” tambahnya. (yan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: