Industri Diminta Lebih Efisien

RADAR PALEMBANG, INDUSTRI-Menteri Perindustrian Fahmi Idris meminta para pelaku industri untuk lebih menggiatkan efisiensi produksi guna mengatasi dampak krisis finansial global yang terjadi saat ini. Jika tidak industri dalam negeri akan tenggelam ditengah ketatnya persaingan pasar.


“Pelaku industri harus bsa ebih efisien lagi untuk mengatasi dampak krisis global ini kalau tidak ingin kahal dengan produk asing,” ujar Fahmi di gedung Depperin kemarin. Menurut dia, krisis global yan terjadi saat ini tidak hanya bedampak k Indonesian tetapi juga ke negara lain. Akan tetapi hanya negara yang produknya memiliki daya saing tinggi yang akan sanggup bertahan.
Efisiensi dalam proses produksi, lanjut Fahmi, diperlukan untuk mendongkrak daya saing produk dalam negeri. Sebab, ditengah krisis global ini persaingan ekspor antara negara menjadi semakin ketat. Kalangan industri juga perlu memaanfaatkan kondisi saat ini untuk memperluas pasarnya ke negara-negara tujuan ekspor yang baru. Sementara kita (pemerintah-red) akan memperbaiki infrastruktur yang selama ini memang masih memprihatinkan,” ungkapnya.
Mengenai negara tujuan eskpor yang baru, Fahmi menilai masih banyak Negara yang bisa dijadikan tujuan, seperti missal Timur Tengah atau Rusia. Meski banyak negara eksportir juga melakukan pengalihan ke wilayah tersebut namun potensi dan peluangnya masih cukup besar. Dia mengakui persaingan setelah adanya krisis financial di Amerika serikat ini akan semakin ketat. “Yang pasti banyak negara akan mengalihkan ekspornya dari Amerika Serikat,” tegasnya.
Fahmi menamhakan, pengalihan pasar diharapkan bisa menjadi solusi dalam kondisi saat ini, dimana pengaruh yang paling esensial dari krisis keuangan global adalah terganggunya pasar ekspor. Kondisi paling parah tentu dirasakan untuk ekspor ke negeri Paman Sam. “Dengan adanya krisis itu tingkat pertumbuhan ekonominya (Amerika Serikat) turun dari dua persen di tahun 2007, barangkali tahun ini cuma 1,2 persen, “ lajutnya.
Dia memastikan dari semua produk Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat, sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) akan menjadi sektor yang paling terpukul. Produk-produk industri lokal yang lain juga akan terpengaruh antara lain produk pertanian, manufaktur dan lain-lain. “Gangguan pada kita, contohnya produk-produk kita yang selama ini diekspor ke Amerika Serikat seperti TPT itu terganggu kaitannya daya beli turun,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Fahmi, industri dalam negeri juga perlu mewaspadai ancaman produk impor ilegal pada saat ini. Pemerintah akan melakukan pengawasan pasar untuk melindungi industri dalam negeri agar tetap bertahan dari badai krisis global. “Risikonya bagi kita, kita akan kebanjiran barang-barang  impor baik yang legal maupun ilegal. Dalam suasana normal saja yang  ilegal sudah banyak. Oleh karena aparat harus bertindak lebih waspada, ” jelasnya.(wir/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: