Keberadaan Tradisi Warga Tionghoa di Palembang (2)

Hanya Mengandalkan Cerita

Selain tradisi budaya, warga Tionghoa juga kerap menggunakan simbol-simbol binatang dalam menjalani kehidupan. Namun sama seperti tradisi, tidak semua warga Tionghoa mengetahui sejarah dan makna simbol tersebut.

Iriansyah.B- PALAMBANG

Bagi warga Tionghoa penggunaan simbol binatang dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang asing, namun sayang tidak semuanya mengerti makna dari simbol-simbol tersebut.


Harun, salah seorang warga Tionghoa kepada RADAR PALEMBANG menjelaskan simbol bagi warga Tionghoa sangat banyak mulai dari binatang, tumbuh-tumbuhan hingga buah-buahan. Semua simbol itu memiliki filosofi dan makna yang berbeda. Namun sayangnya tidak semua warga Tionghoa mengetahuinya, terlebih generasi muda sekarang.
“Memang banyak simbol yang digunakan warga Tionghoa seperti naga dan burung hong pada kelenteng-kelenteng, namun harus diakui tidak semua orang mengerti makna simbol-simbol tersebut, apalagi anak muda sekarang,“ ujarnya.
Kondisi ini juga diamini oleh salah seorang karyawan lotus gallery Herman. Menurutnya dalam tradisi Tionghoa memang banyak menggunakan simbol-simbol. Seperti singa, naga, burung, ikan, kupu-kupu dan sejenisnya. Namun tidak semua simbol tersebut ia mengerti. “Cukup banyak memang, tetapi kalau ditanya arti dan makna saya kurang tahu, “ ujarnya.
Dipaparkan Herman, sejarah naga yang banyak ditemukan di kelenteng dan vihara juga belum begitu ia mengerti. Padahal simbol tersebut sudah cukup lama, bahkan ketika lahir simbol tersebut sudah sering dilihat. “Kalau aku paling tahu kalau naga tersebut adalah binatang mitos yang merupakan perpaduan beberapa binatang. Mengenai makna dan sejarah detailnya saya tidak tahu, “ terangnya.
Senada diungkapkan Heri yang juga karyawan Lotus Gallery, menurutnya yang diketahuinya selama ini hanya sedikit. Untuk naga misalnya, yang ia ketahui hanya sebatas sejarah kaki naga. ” Kalau yang saya dengar, kaki naga tersebut merupakan kaki burung bangau yang dipinjam. Karena tidak mau mengembalikan maka bangau terus mengikuti kemanapun naga berada. Makanya di kelenteng naga selalu berdampingan dengan bangau, nah mengenai benar tidaknya saya kurang tahu, ” pungkasnya. (**/tamat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: