Ketua PN Sakit Gigi, Pelantikan Wakil Ketua DPRD Batal

MUARA ENIM – Proses pelantikan Wakil Ketua DPRD Medi Basri yang dijadwalkan berlangsung kemarin, terpaksa ditunda. Pasalnya, Ketua Pengadilan Negeri kabupaten Muara Enim, Agusti yang seyogyanya mengambil sumpah pelantikan tersebut, berhalangan hadir disebabkan sakit gigi.

Tentu saja hal ini membuat sebagian anggota dewan yang mengikuti rapat paripurna yang mengagendakan pelantikan tersebut terkejut dan tidak menerima alasan tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Ishak Soedarsono mengatakan bahwa memang sidang paripurna yang digelar kemarin tersebut mengagendakan pelantikan Medi Basri sebagai Wakil Ketua DPRD menggantikan Muzakir Saisohar yang saat ini terpilih dan menjabat sebagai wakil Bupati Muara Enim. “Kita sudah meminta penjelasan dari Ketua PN (Agusti) tersebut. Sayangnya Beliau tidak bisa menghadiri pelantikan tersebut dikarenakan sakit gigi yang sudah mengenai syarafnya,“ jelas Ishak.
Atas ketidakhadiran tersebut, tambah Ishak rapat paripurna terpaksa ditunda hingga Jumat 17 Oktober mendatang. Apalagi pihaknya sudah menerima surat dari PN Nomor 171/551/DPRD/2008 tanggal 13 Oktober 2008 perihal permohonan kesediaan pengucapan sumpah jabatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Wakil Ketua DPRD Muara Enim akhirnya diputuskan untuk dilantik pada Jumat 17 Oktober 2008 pukul 09.00 WIB oleh ketua Pengadilan Negeri Muara Enim.Mengenai penundaan pelantikan ini, Anggota DPRD Muara Enim Edy Suprianto menilai Ketua PN telah melecehkan lembaga dewan.
“Ini pelecehan, sebab konfirmasi ketidakhadiran baru didapat ketika sidang paripurna sudah berjalan. Bukan satu hari atau dua hari yang lalu. Kita selaku badan yang terhormat ingin meminta kejelasan yang konkret mengenai mekanisme pelantikan ini. Kalau memang tidak bisa hadir, dia (Ketua PN, red) bisa memberikan mandat kepada wakilnya atau siapapun yang berkompeten untuk melantik,“ katanya.
Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD Muara Enim lainnya, Ganef Asmara NL. Menurut ia sebaiknya sebelum mengambil keputusan untuk membatalkan sidang paripurna tersebut, pimpinan sidang beserta pimpinan fraksi melakukan rapat pimpinan untuk menentukan apakah dilanjutkan atau tidak rapat paripurna itu. Sementara itu,  Humas Pengadilan Negeri kabupaten Muara Enim Benny Arisandi membenarkan informasi tersebut.  “Penyebab batalnya pelantikan, selain Beliau (Ketua PN) memang sedang sakit juga adanya misscommunication, informasi dan koordinasi antara DPRD Muara Enim dengan pengadilan Muara Enim sehingga acara tidak klop. Namun, kita sudah memastikan bahwa pelantikan akan dapat dilakukan pada 17 Oktober mendatang,“ katanya singkat. (yan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: