Mendesak Penerapan Tata Niaga Hilir Baja

RADAR PALEMBANG, BAJA-Departemen Perindustrian meminta Departemen Perdagangan untuk segera menerapkan tata niaga impor untuk empat produk hilir baja seperti paku, pipa, kawat dan seng. Tata niaga itu diperlukan agar empat industri tersebut tidak semakin terpuruk akibat marakya produk ilegal.


“Momentumnya sekarang, harus konkret tidak hanya bicara-bicara saja. Semakin cepat semakin baik untuk melindungi industri dalam negeri,” ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian, Anshari Bukhari di gedung Depperin kemarin. Menurut dia, ada tiga alternatif pengamanan yang bisa dilakukan yaitu pengenaan anti dumping, safeguard dan tata niaga impor. Namun tata niaga impor-lah yang dianggap paling tepat.
Anshari menjelaskan, pengenaan sanksi anti dumping atau safeguard memerlukan proses yang sngat lama, sehingga langkah tercepat dan paling mudah dikukan pemerintah saat ini seharusnya tata niaga impor. Sebab, opsi itu hanya memerlukan kebijakan dari Menteri Perdagangan (Marie Elka Pangestu-red). “Kita harus memilih yang cepat bisa dilakukan saat ini, karena situasinya bisa semakin gawat kalau banyak produk impor yang masuk secara ilegal,” lanjutnya.
Dia menambahkan desakan pengamanan pasar dalam negeri untuk kempat produk hilir baja itu telah diajukan asosiasi produsen baja kepada Depperin minggu lalu. Oleh sebab itu, secepatnya Depperin akan melakukan koordinasi dengan Departemen Perdagangan untuk membahas masalah tersebut. “Kami lihat Malaysia juga telah menerapkan kewajiban izin masuk bagi beberapa produk impor yang dikhawatirkan bisa mengganggu pasar produk lokal,” tukasnya.
Indikasi peningkatan impor keempat produk baja hilir seperti paku, seng, kawat, pipa itu, menurut Anshari, sudah dirasakan dampak negatifnya oleh produsen dalam negeri. Oleh sebab itu, harus segera dilakukan tindakan penaggulangan. “Mereka (asosiasi) melihat perkembangan impor empat produk itu melonjak, bahkan industri paku beberapa sudah tutup, tidak berproduksi. Pemerintah diminta untuk ambil tindakan safeguard,” katanya.
Ketua III Bidang Industri Hilir Baja, Indonesian Iron and Steel Institute Association (IISIA), Ismail Mandry mengatakan resesi ekonomi global memang akan menyebabkan banjirnya produk-produk hilir baja dari Tiongkok yang dialihkan dari pasar Amerika Serikat. Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret pengamanan pasar dalam negeri. “Ada sekitar 450 juta ton baja yang diproduksi Tiongkok, kalau 10 juta ton saja bisa masuk ke pasar lokal, habislah kita,” jelasnya. (wir/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: