Migas RI Gandeng 4 Negara

Kejar Investasi USD 21 Miliar

RADAR PALEMBANG, MIGAS-Di penghujung 2008, sektor migas menggencarkan kerjasama bilateral dengan empat negara. Ini merupakan salah satu upaya mencapai target investasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2008 senilai USD 21,3 miliar serta investasi ke depan.


Dirjen Migas Departemen ESDM Evita H. Legowo mengatakan, pihaknya akan segera mengadakan pertemuan dengan Korea (The Second Indonesia – Korea Energy Forum), Amerika Serikat (The Second RI – US Energy Policy Dialogue), Jepang (The Ninth Indonesia – Japan Energy Round Table) dan Argentina (The First RI – Argentine Cooperation on CNG Technology).
Menurut Evita, pertemuan yang seluruhnya akan diselenggarakan di Jakarta ersebut, merupakan tindak lanjut dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. ”Kalau dengan Argentina, itu yang baru pertama,” ujarnya melalui keterangan resmi di situs Ditjen Migas akhir pekan lalu.
Evita mengatakan, seluruh rencana penyelenggaraan pertemuan-pertemuan bilateral dengan empat negara tersebut, agenda pokok yang akan dibahas antara lain engenai masalah situasi terkini sektor energi dunia. ”Serta peningkatan masuknya nvestasi ke Indonesia di sektor ESDM,” katanya.
Agenda pertemuan terdekat yang akan dilaksanakan pada 15-16 Oktober mendatang adalah ‘The Second Indonesia – Korea Energy Forum’. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia akan diwakili Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro , dan Korea diwakili Menteri Knowledge Economy Youn-Ho, Lee.
Sebelumnya, Purnomo Yusgiantoro mengatakan, meski dibayangi dampak krisis di Amerika Serikat (AS), pihaknya optimistis target investasi sektor ESDM tahun 2008 sebesar USD 21,3 milyar akan tetap tercapai. ”Investasi sektor ESDM bersifat jangka panjang, sehingga tidak akan terlalu terpengaruh oleh krisis,” ujarnya.
Dari target investasi USD 21,3 miliar tersebut, USD 1,55 miliar diharapkan berasal dari sektor mineral, batu bara, dan panas bumi (minerbapabum), USD 5,40 miliar dari sektor listrik, dan USD 14,37 miliar dari sektor migas. Selain itu, lanjut dia, dalam waktu dekat akan segera ditandatangani 32 kontrak kerja sama migas, terdiri dari 8 pemenang wilayah kerja migas yang ditawarkan melalui tender reguler 2007, 22 pemenang penawaran langsung 2008 dan 2 kontrak gas metana batu bara (CBM). ”Ini memberikan sinyal bahwa investasi terutama migas masih cukup menarik,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi krisis AS, kata Purnomo, pemerintah akan berupaya menekan impor migas dan meningkatkan ekspor. Upaya menekan impor migas
dilakukan dengan cara menerapkan mandatori BBN dan memaksimalkan kilang-kilang dalam negeri untuk memproduksi minyak tanah, solar dan premium.(owi/jpnn)

* Sumber : Departemen ESDM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: