Otomotif Tambah Porsi Local Content

RADAR PALEMBANG, OTOMOTIF-Gejolak fluktuasi nilai tukar rupiah direspon oleh pelaku usaha di sektor otomotif.  Caranya,  dengan menambah komponen lokal (local content).  Kondisi ini, menurut  Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo, bisa membuka peluang bagi industri penunjang dalam negeri.

”Ini peluang besar bagi industri domestik,” ujar Bambang kepada Jawa Pos akhir pekan lalu.
Menurut dia, dalam kondisi seperti sekarang dimana nilai tukar rupiah cenderung melemah, pelaku usaha akan memilih untuk menambah local content guna menjaga arus kas. ”Ini juga yang akan dilakukan industri otomotif,” jelasnya.
Saat ini, lanjut dia, local content produk otomotif terutama mobil, sebenarnya sudah cukup tinggi. Untuk beberapa produk jenis multi purpose vehicle (MPV), local content-nya sudah mencapai kisaran 80 hingga 90 persen. Namun, untuk beberapa produk jenis sedan, local content masih di bawah 50 persen.
Bambang menambahkan, upaya meningkatkan porsi local content harus diimbangi dengan kemampuan suplai dari industri penunjang dalam negeri. ”Artinya, saat permintaan industri otomotif naik, maka kapasitas produksi supplier juga harus naik. Nah, dalam hal ini, pemerintah harus bisa mendorong ekspansi, tentunya dengan membantu akses pendanaan bagi industri menegah dan kecil,” terangnya.
Senada dengan Bambang, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, kondisi krisis makin mendorong pelaku usaha untuk menurunkan impor dan menambah porsi local content. ”Jadi, industri menegah dan kecil bisa bergerak,” tutur Gunadi.
Menurut Presiden Direktur Indomobil Group tersebut, rata-rata porsi local content untuk produk sepeda motor sudah mencapai 85 – 90 persen. ”Sebenarnya, sejak beberapa pekan lalu, sebagian pelaku usaha sudah menaikkan porsi local content. Ini akan terus ditingkatkan,” katanya.
Sebelumnya, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi mengatakan, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan industri penunjang domestik. ”Sebab, sektor otomotif memiliki rantai produksi yang melibatkan begitu banyak industri dan tenaga kerja,” jelas Budi.
Berdasar data Departemen Perindustrian, industri otomotif roda empat melibatkan 20.520 kelompok usaha skala besar, menengah, dan kecil dengan 194.000 tenaga kerja. Sedangkan industri otomotif roda dua melibatkan 14.910 kelompok usaha dengan 172.000 tenaga kerja.
Kelompok usaha tersebut terdiri dari industri perakitan, industri produsen komponen otomotif Tier I, produsen komponen Tier II, usaha jasa penunjang (diler dan bengkel) authorized, serta usaha jasa penunjang unauthorized.(owi/bas/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: