Petani Karet Saat Harga Anjlok

Karet Ditimbun, Intip Terus Harga

Krisis ekonomi global yang berpengaruh pada perekonomian Sumsel turut mempengaruhi harga karet di Kabupaten OKU dan OKU Timur. Untuk pertama kalinya harga karet di dua kabupaten ini anjlok hingga menjadi Rp 6.000 dan Rp 5.000 per kilogram.

Edward Ferdinant – MARTAPURA

SAMA dengan petani lainnya di Sumsel. Petani karet di Kabupaten OKU dan OKU Timur, mulai merasakan dampak dari anjloknya harga komoditas andalan ekspor Sumsel itu. Harga tersebut terjun bebas jika dibandingkan dengan harga karet sebelum lebaran yang masih berada di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu. Anjloknya harga karet ini sangat dikeluhkan oleh petani karet. Untuk itu mereka lebih memilih menyimpan getah karet ketimbang dijual.
“Kalau turun seperti ini kami bisa rugi, dari Rp 10 ribu jadi Rp 5.000 itupun untuk harga karet dengan kualitas baik, kalau kualitas kurang baik dihargai Rp 4.000. Jadi, daripada dijual lebih baik disimpan siapa tahu nanti harga normal lagi,” ujar Kosim (56), petani karet Batumarta saat ditemui di kebun karetnya.
Menurutnya, saat ini sebagian petani di Batumarta OKU memilih menimbun getah karet sampai harga jual membaik. Mereka beralasan, dengan harga jual di tingkat pengumpul sebesar Rp 5 ribu mengakibatkan petani merugi. “Kita juga tidak tahu alasan mengapa harga karet benar-benar anjlok, menurut pengumpul turunnya harga karet karena harga karet yang diterima pabrik di Palembang juga turun,” jelasnya.
Namun, meski harga karet anjlok tetap saja petani karet terpaksa  menjual karet ke pengumpul karena terhimpit malasah ekonomi. “Kalau tidak dijual kami tidak punya uang, sedangkan uang hasil karet selain untu makan juga untuk keperluan lain seperti membeli obat pembasmi hama ,” ujar Solihin petani karet Desa Perjaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan OKU Singgih Himawan mengatakan, penurunan harga karet ini kemungkinan disebabkan oleh dampak krisis keuangan dunia.  “Turunnya harga karet mungkin pengaruh dari dampak krisis keuangan dunia, bursa efek juga sempat ditutup, ditambah lagi dengan melemahnya rupiah. Turunnya harga karet ini bukan hanya terjadi di OKU saja tetap juga di kabupaten lain,” ucapnya saat dihubungi via telepon kemarin. (*)

Satu Tanggapan

  1. Saran buat petani,jangan jual getahnya,anda olah menjadi karet sit,buat karet sit tidak sulit bisa dengan cara tradisional sekalipun,bagi yang ingin mengetahui lebih jelas prosesnya silahkan menghubungi kami,08176446850 dengan Mang Lili.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: