PNS Dibina, Yang Lain Keluyuran

RADAR PALEMBANG, MARTAPURA – Sebanyak 57 pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga kerja sukarela (TKS), kemarin (13/10) dipanggil Sekertaris Daerah (Sekda) OKU Timur H Tugiyo Pranoto. Pemanggilan tersebut terkait masalah “kenakalan” PNS dan TKS yang tidak hadir pada hari pertama kerja usai libur lebaran dan PNS serta TKS yang kedapatan makan ditempat umum saat bulan puasa.


Karena itulah 57 orang PNS/TKS tersebut dipanggil untuk kemudian diberikan pembinaan. Menurut Sekda pembinaan ini perlu dilakukan karena jika tidak dilakukan pembinaan maka dikhawatirkan kelakuan PNS dan TKS tersebut akan terulang kembali. “Sementara ini mereka kita berikan pembinaan dulu agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Sekda di ruang Bina Praja.
Hal senada diungkapkan Asisten IV Setda OKU Timur Idrus Musa, menurutnya pembinaan ini merupakan salah satu hal yang wajar dilakukan pemerintah. “Pembinaan ini bertujuan agar PNS dan TKS tersebut mengerti kesalahan mereka. Kepada seluruh PNS dan TKS yang ada di OKU Timur kita mengimbau agar tidak lagi melakukan pelanggaran sekecil apa pun karena hal ini menyangkut citra dan kinerja pemerintahan dimata masyarakat,” ujarnya.
Ke depan kepada dinas, kantor, badan dan instansi lainnya untuk lebih menertibkan administrasi terlebih tentang izin keluar kantor pada saat jam kerja. Sementara itu Wakil Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi yang menyempatkan hadir guna memberi pencerahan terhadap PNS dan TKS “nakal” tersebut mengatakan, seharusnya PNS dan TKS tersebut harus memiliki tanggung jawab moral dalam bekerja.
“Kita (OKU Timur) ini masih dalam tahap berkembang, oleh sebab itu sangat membutuhkan orang-orang yang bertanggung jawab dan bermoral sehingga dapat mewujudkan yang telah menjadi visi dan misi OKU Timur. Apalagi pegawai pemerintahan merupakan cermin masyarakat OKU Timur, jika pegawainya bobrok maka masyarakat menilai pemerintahan di OKU Timur juga bobrok,” jelas Wabup.
Ditegaskan Wabup, pemerintah akan memberi tindakan tegas bagi PNS dan TKS yang melanggar aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bagi PNS nakal akan diberikan sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat juga penundaan kenaikan gaji, sementara bagi TKS akan ditinjau ulang kontraknya, karena kontrak yang dilakukan terhadap TKS hanya satu tahun, diperpanjang tidaknya kontrak tergantung dari kepribadian dan hasil kerja masing-masing.
Ironisnya, saat puluhan PNS dan TKS dilakukan pembinaan, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) OKU Timur dibawah pimpinan Mulyanto,   kembali menjaring puluhan  PNS dan TKS yang keluyuran pada saat jam kerja. Hasilnya, puluhan PNS dan TKS dari berbagai instansi terjaring dalam razia yang dilakukan selama satu jam sejak pukul 09.00 WIB hingga  pukul 10.00 WIB yang dipusatkan di pasar Inpres Martapura. (awa)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: