PTPN VII Prediksi Sawit Terus Anjlok

RADAR PALEMBANG, BANYUASIN – Runtuhnya harga tandan buah segar (TBS) akibat tekanan ekonomi global, diprediksikan akan terus mengikis harga TBS di pasaran. Diperkirakan, harga TBS di pabrik bakal merosot di bawah angka Rp 400 per kg dari kisaran harga sekarang yang menyentuh level Rp 700. Namun, kondisi di Sumsel masih dinilai beruntung. Kok, bisa?


Manajer  PTPN VII Unit Usaha Betung, Gatot Supriyadi didampingi Sinder SDM dan Umum, Agus Tobationo menjelaskan, tekanan ekonomi global sangat besar pengaruhnya terhadap bisnis sawit. Namun pihaknya masih bersyukur, kendati mengalami penurunan, harga TBS di Palembang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kota lainnya, seperti di Provinsi Bengkulu. Di provinsi yang bersinggungan langsung dengan Provinsi Sumsel tersebut harga TBS di pabrik hanya sebesar Rp 400 per kg.
“Kita di Palembang masih tergolong tinggi, untuk di pabrik masih menerima dari kelompok tani kita sebesar Rp 700 per kg. Kalau di kota lainya seperti Bengkulu, TBS hanya dihargai sebesar Rp 400. Mudah-mudahan kondisi ini tetap bisa dipertahankan,” terangnya.
Dijelaskannya, melihat perkembangan pasar global yang semakin tidak menentu, bisnis sawit diprediksikan akan terus mengalami nasib buruk. Bahkan, ke depan, jika keadaan tidak berubah, harga TBS di pabrik akan pecah dari angka Rp 400 per kg. Apalagi, hingga saat ini belum ada tanda-tanda membaiknya perekonomian negara negara importir CPO yang berakibat pada menurunnya demand CPO.
Apakah ada kebijakan baru perusahaan terhadap tenaga kerja maupun kebijakan kebijakan strategis lainnya? Dijelaskan Gatot, untuk sementara pihaknya akan terus bertahan dengan kondisi pasar tanpa harus mengambil kebijakan berupa pemangkasan tenaga kerja. Sebab, kendati harga sawit semakin habis, tidak terlalu berdampak buruk bagi perusahaan. Apalagi, PTPN merupakan perusahaan plat merah yang berorientasi pada pembangunan masyarakat.
Salah satu langkah yang terus ditempuh adalah dengan peningkatan program padat karya yang melibatkan masyarakat petani setempat. Dengan program tersebut, perusahaan tetap memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar dan buruh untuk bekerja menjalankan program perusahaan. Sehingga, himpitan ekonomi yang melanda lantaran rendahnya harga komoditi utama tidak terlau berdampak pada pola kehidupan masyarakat petani.
“Sejauh ini kita tidak terlalu khawatir. Kita kembangkan program padat karya untuk melibatkan masyarakat petani bekerja dalam membangun. Kita sama sekali tidak terpikir untuk melakukan pemangkasan tenaga kerja. Insya Allah masih aman aman, dan doakan supaya kondisi ini segera berakhir, ‘kan kasihan petani kalau kondisinya terus memburuk,” tegasGatot.
Menanggapi rendahnya harga TBS yang ditawarkan oleh para spekulan kepada petani di Kabupaten Banyuasin yang menyentuh level Rp 200 per kg, pihaknya mengimbau petani untuk tidak terlalu jauh masuk dalam jeratan spekulan dengan cara meminimalisir pola hidup konsumtif. Sehingga, pembiayaan hidup yang tidak telalu menjadi prioritas bisa ditekan sedemikian rupa. Sehingga, para petani dapat dengan leluasa menjalankan aktivitas pertaniaanya dan menggunakan uangnya tanpa harus masuk dalam jeratan spekulan.
Dijelaskannya, banyak petani sawit di pelosok yang telah terbiasa hidup dengan pola konsumtif. Mereka membeli berbagai kebutuhan yang sebenarnya belum menjadi prioritas. Pada akhirnya mereka akan menyerahkan berbagai kebutuhan kepada para pemilik modal. Dalam kondisi tertentu, para pemilik modal akan menekan, khususnya untuk produk pertanian. Para spekulan biasanya mengharuskan menjual komoditi pertaniannya hanya kepada mereka dengan  harga yang jauh lebih rendah dari harga normal. (qen)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: