Sumsel Tawarkan Blok Baru

RADAR PALEMBANG, PENAWARAN – Ini berita baik bagi investor. Pemprov Sumsel dalam waktu dekat membuka penawaran baru bagi para investor minyak dan gas (Migas) secara nasional. Soalnya, saat ini disinyalir ditemukan lapangan migas baru di kawasan Musi perbatasan Sorolangun Jambi-Sumsel.


Kasi Hulu Migas Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Dwi Kusmantoro di sela-sela gelar rapat dengan Dirjen Migas Dua hari lalu, mengatakan, bila saat ini pihaknya sedang melobi pemerintah pusat menganulir hal ini.
“Kita berharap Dirjen Migas bisa merespon temuan kita ini,”ungkap Dwi, seraya mengatakan meskipun saat ini masih tahap lobi, pihaknya yakin potensi baru tersebut memiliki kandungan cukup besar.
Kawasan tersebut, lanjutnya,  sebenarnya dahulu pernah mau dirintis oleh Pertamina. Hanya karena alasan izin masih sulit begitupun proses lainya lambat, akhirnya kawasan tersebut ditinggalkan kembali.
“Ini artinya, tak perlu dilakukan penelitian ulang. Kita bisa langsung lobi pusat untuk menawarkanya kepada para investor yang ada,”tambah Budi Lagi.
Bila ada yang minat nanti, tegas Budi,  bisa langsung tender dan buka kontrak melakukan  eksplorasi, seismic, lalu pengeboran sehingga bisa diketahui potensi sesungguhnya berapa.
Ini harus diketahui oleh para investor, semakin banyak investor berminat artinya semakin besar peluang Sumsel kembali memiliki kawasan blok migas baru. Sejauh ini, penurunan lifting minyak bumi, karena hanya mengandalkan produksi sumur lama, dan belum menemukan sumur baru.
Sementara, gubernur Mahyuddi NS mengatakan, penemuan sumur baru harus disambut dengan baik. Sumsel masih butuh penambahan produksi lifting Migas.Tak hanya minya dibutuhkan, gas juga semakin digandrungi masyarakat.
Maksudnya, bila gas diperuntukkan untuk industri. Selain jadi bahan bakar, juga bisa  dijadikan sebagia bahan baku pupuk, dan juga bahan kimia lainya. ”Makanya, kita minta pemerintah semakin pro aktif menggali potensi dan hati-hati lah menggunakan gas,”ujarnya.
Apalagi kemampuan produksi gas saat ini cenderung stabil, mencapai 1 miliar kaki kubik per hari atau rata-rata 500 MMTCFD pertahun dengan jumlah lifting 360 juta MMBTU.
“Karena memang melakukan eksplorasi gas, itu butuh kepastian pangsa pasar. Spekulasinya tinggi, bila tak terjual akan habis begitu saja. Makanya harus ketat, sebelum dilepas ke pasar, harus ada kepastian harga dan pangsa pasar,” kata gubernur.
Contohnya,seperti keberadaan, potensi gas  pada sumur petar  I yang menyembur lalu, ada sekitar  9 juta kubik feat yang akan dibuka untuk dieksplorasi agar bisa digunakan untuk kebutuhan tahun depan.(ayu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: