Antisipasi Cuaca Dingin di Arab Saudi

RADAR PALEMBANG, HAJI-Calon Jemaah Haji (CJH) Sumsel perlu mewaspadai cuaca dingin yang kini tengah melanda Arab Saudi. Meskipun cuacanya diprediksi tidak akan sedingin tahun sebelumnya, namun hal ini patut diantisipasi dengan membawa pakaian hangat.


Hal itu ditegaskan Sekretaris Jendral Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Depag RI, Chunairi Saleh, saat melakukan pelantikan pembentukan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH), di aula pemprov kemarin.
Menurutnya, masalah cuaca ini merupakan salah satu kondisi yang mesti disampaikan panitia PPIH kepada jemaah. ‘’Sebetulnya tidak ada perubahan siginifikan dari penyelenggaraan haji ini, kalaupun ada sifatnya hanya penyempurnaan. Hal perlu diketahui mengenai cuaca di Arab yang lebih dingin dari kota lainnya,’’tegas dia.
Dia juga menjelaskan aturan lainnya yang perlu diketahui jemaah yakni menyangkut berat barang bawaan seperti koper ataupun tas tentengah. Hendaknya berat koper tidak lebih dari 32 kilogram atau sedikit lebih ringan dari aturan sebelumnya yang menyatakan berat tas 35 kilogram.
Sistem proporsional pemondokan juga mengalami perubahanm dibagi menjadi dua kategori, pertama jarak dari Masjidil Haram ke pemondokan jemaah sampai dengan 1.400 meter, kedua jarak ke pemondokan lebih dari 1.400 meter. Artinya musim haji tahun ini mengharuskan semua negara mencari lokasi lain dari lokasi sebelumnya, lokasinya kemungkinan lebih jauh dari sebelumnya. Adanya perubahan lokasi pemondokan itu akibat perluasan areal Masjidil Haram yang dilakukan pemerintah Arab Saudi.
Kakanwil Depag Sumsel yang juga Ketua PPIH Embarkasi Sumsel, H Mal’an Abdullah menegaskan, cuaca Arab Saudi akan sedikit dingin dari biasanya. Tetapi suhunya tidak akan sedingin musim haji sebelumnya. ’’Tahun ini dinginnya tidak sedingin tahun lalu. Seragam dalam bentuk jaket atau jas cukup bisa meredam udara dingin itu,’’ucap dia.
Dia mengaku tidak mengetahui pasti suhu udara Arab Saudi tersebut, tetapi menurutnya, sejalan denga peredaran makin dekat keberangkatan haji yang posisinya menjauh dari Bulan Desember, akan mengurangi kondisi dingin tersebut.
Sementara menyangkut perubahan lokasi pemodokan, pria yang sangat dikenal di lingkungan IAIN Raden Fatah itu mengatakan, pemerintah sudah melakukan kontrak khusus untuk memungkinkan jemaah hijrah ke Masjidil Haramataupun sebaliknya dari Masjidil Haram kembali ke pemondokan.
Tahun ini, embarkasi haji Palembang memberangkatkan 28 kloter jemaah haji atau sejumlah 7.263 orang. Terdiri dari 6.342 jemaah asa Sumsel dan 921 jemaah Bangka Belitung. Pemberangkatan haji membutuhkan waktu sedikitnya 23 hari. Jadi selama lima hari dalam periode tersebut ada dua kloter yang diberangkatkan perhari, dengan total jemaah diberangkatkan satu kloter 263 orang. (ade)

Satu Tanggapan

  1. Thanks ya atas info nya, InsyaAllah dgn niat yg baik kita pergi haji semua nya juga akan baik2 aja ….dan semua jamaah sehat, kuat, penuh semangat dlm menjalankan ibadah walaupun pemondokan jauh dari Masjidil Haram dan cuaca dingin.
    Mudah2an thn 2008 ini juga pemerintah kita bisa melobi ke kerajaan Saudi untuk dapat membooking hotel yg terdekat dgn Masjidil Haram di kota Makkah untuk jamaah haji Indonesia thn 2009 sehingga kita bisa mengurangi biaya/ kost angkutan bus / transportasi jamaah kita, amin…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: