Melayani dan Mengayomi

Hardi (caleg PDS)

Hardi (caleg PDS)

MEMBERIKAN memberikan pendidikan politik kepada masyarakat khususnya etnis Tionghoa, menjadi alsan pokok bagi Hardi, untuk  mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Palembang periode 2009-2014.
Hardi yang terjun ke dunia politik sejak beberapa tahun lalu sebagai Ketua Dewan Pimpinan Ranting Partai Damai Sejahtera (PDS) kecamatan IT II Palembang yakin, bila niat mulianya itu bakal terwujud.

Apalagi, karirnya terus berkibar hingga pada tahun 2007 lalu, ayah satu anak ini dipercaya sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDS kota Palembang.
Menurut suami Natalia Abdullah ini, selain memberikan pendidikan politik kepada masyarakat khususnya warga tionghoa, keputusannya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif didorong pula oleh keinginan untuk melayani dan mengayomi masyarakat khususnya warga Tionghoa dan masyarat luas pada umumnya.
“Saya ingin memberikan pencerahan, bahwa warga Tionghoa juga memiliki tanggung jawab untuk membangun daerah tidak hanya melalui sektor bisnis tetapi juga melalui pemerintahan atau legislatif, “ tegas pemilik CV gunung Salju ini bersemangat.
Ia juga ingin menghilangkan sikap diskriminasi yang selama ini masih ada, walaupun hal tersebut hanya dilakukan oleh oknum-oknum tertentu saja.” Selama ini sikap diskiriminasi itu harus kita akui masih ada, walaupun itu hanya dilakukan oleh oknum, ” tegasnya.
Karena kondisi itulah, Hardi merasa terpanggil dan sedapat mungkin menghilangkan paradigma tersebut. Baginya, warga Tionghoa sama dengan warga lainnya. ”Sebagai warga negara kita sama, oleh karena itu saya ingin memberikan contoh bahwa warga Tionghoa juga bisa turut membantu pembangunan melalui legislatif ataupun pemerintahan tidak melulu dengan bisnis, ” terangnya.
Dijelaskan caleg PDS nomor urut satu dapil 2 (IT II, Sako, Kalidono, dan Sematang Borang) ini selama ini bulan satupun warga dari etnis Tionghoa yang duduk di legislatif Sumsel ataupun kota Palembang. Oleh karena itu bila kelak ia dipilih, hal itu merupakan sejarah kali pertama warga Tionghoa menjadi anggota legislatif.
Diakui pria kelahiran Palembang 1 September 1978 ini, bila kelak terpilih da ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat luas, khususnya konstituen yang telah memilihnya.  Mengenai persaingan, ia mengaku cukup berat karena jumlah partai yang cukup banyak, namun ia tetap optimis bisa unggul.
”Saya cukup yakin, karena dapil saya merupakan salah satu basis, selain itu saya mengandalkan etnis Tionghoa yang jumlahnya cukup banyak khususnya di daerah IT II, ” ujarnya.
Ditambahkannya, sebelum terjun sebagai caleg, dia melalui PDS sudah berulang kali menggelar aksi sosial salah satunya dengan membagikan KTP gratis. ” Sampai saat ini sekitar 1000 KTP telah kita bagikan. Langkah ini kita lakukan sebagai bentuk kepedulian dan pembelajaran politik, karena selama sebagian warga tionghoa tidak bisa memilih lantaran tidak memiliki KTP, ” tegasnya. (ace)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: