Ocupansi PIM Capai 70 Persen

RADAR PALEMBANG, MAL-Banyaknya bermunculan pusat perbelanjaan dan mal dalam dua tahun terakhir tidak saling mematikan pertumbuhan ritel. Masing-masing manajemen mal memasang strategi untuk lebih unggul dari kompetitor dengan memberikan pelayanan yang terbaik dalam mengaet pengunjung.


Sebut saja Palembang Indah Mall (PIM) yang sekarang mulai ramai dengan jumlah pengunjung di atas 10 ribu orang per hari. Ocupansi (tingkat hunian, red) tenant pun mengalami peningkatan dengan rata-rata per bulan mencapai 70 persen. Hingga pertengahan tahun 2009 ditargetkan bisa menembus angka 95 persen. Pertumbuhan di semester kedua ini juga cukup baik berkisar 10-15 persen.
Demikian disampaikan General Manager PIM, Ivan S didampingi rombongan saat melakukan silaturahmi ke Graha Pena, markasnya Sumeks Grup (Sumatera Ekpress, Palembang Pos, Radar Palembang, Palembang Express) kemarin. Ivan mengatakan bahwa tumbuhnya banyak kompetitor tidak membuat khawatir namun sebagai motivasi untuk bisa terus unggul dan tetap menjadi pilihan konsumen.
“Pelayanan terbaik dengan memberikan kenyamanan kepada pengunjung akan terus kita tingkatkan di masa mendatang. Apalagi mal kita membidik kalangan middle-up class menawarkan konsep lifestyle dan intertaiment. Diharapkan nantinya PIM bisa menjadi mal favorit pilihan masyarakat Palembang. Semua kebutuhan anda dapat terpenuhi disini dengan kehadiran tenant-tenant yang beragam. Produk yang ditawarkan pun ekslusif dan tidak pasaran,”kata Ivan didampingi Manager Promosi, Arvan Zulhandi saat diterima rombongan manajemen sumeks yaitu Manager Personalia, Anwar Rasuan,  Manager Iklan, Yunita Ayu dan sekretaris redaksi, Anto Narasomah.
Untuk tenant yang telah buka sekarang sekitar 90 tenant dari jumlah keseluruhan sebanyak 120 petak kios yang terdiri dari tenant-tenant kecil maupun tenant-tenant besar diantaranya Hypermart dan Ace Hardware & Index. “Harga sewa kios ditawarkan bervariasi tergantung dengan lokasinya apakah terletak di posisi strategis apa tidak, mulai dari harga Rp 200 ribu per M2 per bulan dengan biaya service charge sebesar Rp 55 ribu per M2 per bulannya dengan menawarkan produk-produk yang eksklusif, lokal, food court/food beverage. Kalau untuk ruko, sebenarnya sudah full disewa tapi yang buka baru 10 persen di blok A dengan tarif sewa Rp 250 juta per tahun minimal 3 tahun. Mungkin di akhir tahun 2009 baru bisa beroperasional semuanya,”tambah Arvan ramah.(yen)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: