Bom Diangkut Pakai Motor

Rekonstruksi Tersangka Teroris di Jln Papera 20 Ilir  Palembang

Abdurrahman Taib

Abdurrahman Taib

RADAR PALEMBANG, TERORIS-Warga Jl Papera RT 34/12 Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, kembali dihebohkan soal teroris. Pasalnya, lima tersangka teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (densus) 88 Anti Teror Mabes Polri 1 Juli 2008 lalu direkontruksi kemarin sekitar pukul 12.00 WIB.  Dari agedan yang diperankan lima tersangka– Sugiarto, Wahyudi alias Wahyu, Heri Purwanto alias Heri, Abdurahman Taib dan Agustiawarman— Bom yang sisimpan di rumah Nomor 2110 itu mereka angkut pakai sepeda motor.


Para tersangka teroris ini sendiri tiba di Palembang menggunakan pesawat terbang komersial Lion Air, dengan nomor penerbangan JT-330 dan mendarat pukul 09.35 WIB di Bandara SMB II. Tersangka yang dikawal petugas dari Mabes Polri, langsung di jemput menggunakan kendaraan bus dari Polda.
Tampak beberapa mobil anggota kepolisian yang berjaga-jaga ketat di seputar wilayah akan dibawanya para tersangka. Tercatat ada sekitar 5 mobil yang mengawal kedatangan tersangka, termasuk sebuah mobil khusus satuan Gegana.
Tim Anti Teror terlihat sangat hati-hati dan ketat dalam melakukan rekonstruksi. Radius 30 meter terpasang  garis police. Warga hanya bisa melihat rekonstruksi itu hanya dari jarak 60 meter dari lokasi rumah tempat penyimpanan bom.
Pukul 12.35 satu mobil polisi bewarna hitam BG 1109-V perlahan –lahan  memasuki lokasi kejadian yang diperkirakan membawa sejumlah tersangka teroris. Terlihat pertama kali yang keluar dari mobil itu lelaki memakai baju biru gelap berpeci peci  biru.  Dengan kaki dirantai dia menduduk ketika digiring para aparat. Sosok ini  bernama Heri Purwanto,  kemudian disusul dengan  Sugiarto dan Wahyudi. Semua tersangka kaki dirantai.
Rekonstruksi pun dimulai. Adegan pertama dilakukan  diperankan oleh Sugiarto.  Dia mengendarai motor Honda Revo BG 4867  menuju rumah di Jl Papera Kel Sei Pangeran RT 34 Kec IT I No.2110. Sugiharto membawa dua buah tas yang diselipkan diatas motornya. Tas pertama berwarna abu-abu dan tas kedua berwarna coklat yang berisikan sejumlah bom rakitan.
Kemudian   Heri Purwanto   yang  menunggu di depan rumah Fauzi dengan mengendarai sebuah motor handa Supra X. Lalu  Wahyudi  keluar dari rumah  untuk mengamati keadaan bersama Heri Purwanto.
Begitu Sugiarto sampai di depan rumah,  Heri Purwanto menyambutnya  lalu membawakan  tas coklat  sedang Wahyudi  membawa tas bewarna Abu-abu. Wahyudi membukakan pintu yang disusul dengan  Heri Purwanto dan Sugiarto kemudian ketiganya memasuki rumah.
Sekitar pukul  13.15  terdapat  dua tersangka lainnya dengan menggendari motor Honda  Supra X BG 3444 MB  yang dikendarai oleh Abdurahman Taib. Dia membawa kotak berupa dus aqua serta dan sebuah karang yang disinyalir berisi sejumlah bom.
Kedatangan Abdurrahman disusul oleh Agustiawarman dengan mengenderai Motor Honda Kharisma  BG 5473 DP. Agustriawan membawa sebuah tas dan satu tas selempang kecil menuju lokasi kejadian.
Dirumah bernomer  2110,  kedua tersangka tersebut disambut Wahyudi bersama Heri Purwanto  dan membantu membawa sejumlah barang  tersebut.  Kemudian barang-barang itu disimpan di dalam rumah . Mereka pun berkumpul di ruang tamu sambil menonton televisi.
Selanjutnnya  kemudian Sugiarto dan Abdurahman  keluar  meningalkan rumah. Kedua laki-laki ini pergi ke warnet Muhajidin di Jl Banten Plaju milik seorang Polwan tepatnya di kawasan Dwi Kora II. Setelah dari warnet kedua tersangka yakni Sugiarto dan Abdurahman balik lagi ke tempat lokasi kejadian.
Selang beberapa waktu kemudian Densus 88 mengepung rumah di Jl Papera Kel Sei Pangeran Rt 34 Kec IT I No.2110.  Saat itu juga diperankan, Wahyudi keluar dari rumah dengan membawa sejumlah bom.
Dia menyeberang ke rumahnya  tetangga yang pemiliknya diketahui bernama Sulaiman. Kemudian tersangka digiring kembali ke rumah tempat penyimpanan bom Lalu dengan mengambil barag bukti lainnya yang dibungkus dalam sebuah kotak putih. Kemudian Heri juga menyebrang ke  rumah sebelah bernomor 2111. Kedua tersangka tertangkap berserta tiga tersangka lainnya.
Di lokasi yang sama berdasarkan pantau koran ini, terdapat perintah dari aparat kemanan   untuk Ketua RT setempat akan diadakannya  rekonstruksi  di kawasan  Jl Papera Kel Sei Pangeran Rt 34 Kec IT I. Hal ini dipertegas oleh Ketua RT 34,  Anang Basri. ’’Dua  hari yang lalu terdapat aparat dari Polda menerangakan akan diadakan sejumlah rekonstruksi dan telah kita hibau kepada masyarakat bersangkutan.’’
Mengenai lima tersanga tersebut yang merupakan warga RT 34 yakni Heri  Purwanto, dan Heri Purwanto bersama Wahyudi diminta tolong oleh Fauzi untuk menggurus rumah  yang kosong tersebut  dengan biaya imbalan sebesar Rp 300.000 per bulan. Mereka telah menempatinya hampir tiga bulan.
’’Selama tiga bulan tidak terlihat keadaan yang begitu mencurigakan.  Rumah tersebut kerap didatangi sejumlah orang. Di lihat dari keseharian mereka tak menimbulkan kecurigaan. Apalagi setiap magrib mereka kerap  menjalankan sholat di langgar Mutaqin,’’pungkasnya. (kai)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: