Indeks Menguat Terbatas

Investor di lantai bursa kemarin terlihat hati-hati dalam bertindak. Sikap mereka lebih bersifat antisipatif. Begitu indeks menguat sedikit langsung profit taking. Akibatnya gerakan IHSG kemarin ditutup menguat terbatas atau naik 0,92 persen (13,21 poin) di level 1.440,15.


Sesi pertama pagi kemarin indeks sempat menguat hingga 2,45 persen. Namun mengingat kondisi ekonomi global masih belum stabil sehingga investor langsung merealisasikan keuntungan.
Penguatan IHSG yang terjadi merupakan pengaruh dari pernyataan ketua bank sentral AS Ben Bernanke, bahwa The Fed masih sangat konsentrasi pengembangan sektor keuangan negara tersebut. Bank sentral bersama pemerintah AS akan melakukan proses bail out tahap kedua. Jika bail out tahap pertama digelontorkan dana USD 700 miliar, tahap kedua ini akan diberikan dana dalam jumlah tak terbatas. Hal ini diikuti dengan penguatan Dow Jones dua hari lalu hingga naik 4,67 persen (413,21 poin).
Naiknya indeks juga dipengaruhi oleh penguatan harga minyak mentah, dua hari lalu sempat mencapai posisi USD 75 per barrel dan perdagangan sore kemarin turun 0,33 dolar (0,44 persen) di titik USD 73,92 per barrel. Adapun untuk bursa emas mengalami penurunan USD 7,3 dolar (0,92 persen) di titik USD 782,70 pertroy ons dan gas alam naik 0,02 dolar (0,36 persen) di titik USD 6,76 perMMBTU.
Harga minyak dijaga di level USD 90-100 per barrel oleh produsen minyak dengan pengurangan produksi 1-1,5 juta barrel perhari seperti yang diusulkan pemerintah Qatar terhadap negara-negara anggota OPEC. Walaupun pada dasarnya analis Deustch Bank memprediksi sampai awal tahun 2009 mendatang minyak akan terus alami penurunan hingga titik USD 60 perbarrel. Konsumsi emas hitam ini akan mengalami penurunan seiring krisis yang dialami perusahaan secara global.
Bursa Asia Pasifik kemarin sore ditutup beragam Shanghai SSEC turun 15,48 poin (0,78 persen) di 1.958,53, Australia AORD naik 152,70 poin (3,73 persen) di 4.251,40, Hangseng turun 281,84 poin (1,84 persen) di 15.041,17, Nikkei naik 300,66 poin (3,34 persen) di 9.306,25, Singapura STI turun 18,43 poin (0,95 persen) di 1.920,79 dan Kospi turun 11,53 poin (0,95 persen) di 1.196,10.
Kabar positif yang didengungkan Ben Bernanke tersebut ternyata membuat saham kelompok perbankan tanah air turut alami penguatan BBRI naik 200 ke 4.050, BMRI menguat 60 ke 1.970, BBNI naik 10 di 600, BBCA naik 125 ke 2.800 serta PNBN naik 30 ke 590.
Saham lainnya yang menguat PTBA naik 300 ke 5.850, ASII naik 350 ke 11.500, UNTR naik 25 di 4.350, SMGR naik 75 ke 2.525. Saham yang tak alami perubahan harga MEDC bertahan di posisi 2.800 serta BDMN 3.025.
Adapun saham yang mengalami penurunan kemarin rata-rata merupakan kelompok komoditas. Setelah menguat siginifikan investor langsung profit taking sehingga membuat saham turun. ANTM turun 80 ke 1.160, PGAS minus 40 di 1.720, UNSP turun 15 ke 360, AALI turun 250 ke 7.400 dan TINS minus 80 ke 1.180. Total transaksi kemarin Rp 1,808 triliun dengan 76 saham naik, 100 saham turun dan 41 stagnan.(ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: