Sumsel Ditantang Terapkan OSS

RADAR PALEMBANG, EKSPOR – Respons Malaysia, Thailand yang tergabung dalam pertemuan Senior Official Meeting (SOM) Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT GT), kemarin cukup besar terhadap investasi di Indonesia dan Sumsel khususnya. Bahkan mereka mendesak pemberlakuan sistem one stop service (OSS) di akhir 2008 ini.
Begitu disampaikan Bagian Promosi Kamar Dagang Industri (Kadin) Malaysia  Dato H Yaacob bin Husin di sela-sela pergelaran SOM IMT GT di Hotel Arya Duta kemarin.

Saat ini pihaknya sedang menunggu kabar gembira itu dari sini (Sumsel juga Indonesia) secara luas.
“Kalau bisa akhir tahun ini sudah bisa dilakukan, sehingga, awal 2009 tepatnya. Kita bisa melakukan kontrak baru investasi. “Ya, kalau prosesnya cepat, kan 2009 bisa langsung  action, bidang apapun itu,” kata Dato didampingi langsung Kepala Badan PKM Sumsel Permana kemarin.
Sebenarnya, tambah dia, Malaysia sangat berminat terhadap potensi kekayaan Sumsel. Bukan hanya sektor agrikultur (pertanian), crude palm oil (CPO), tapi juga tambang batubara.
Lima tahun terakhir, Malaysia mengaku berupaya menjajaki investasi skala besar di Sumsel, baik melalui pengusaha Malaysia ataupun perwakilan organisasi, tapi terus terkendala. “Yaitu, soal administrasi, harus urus izin pusat, lalu ke daerah lagi, ke pusat lagi. Biaya di sini, Indonesia-Sumsel itu besar,” ungkapnya.
Lihat saja, akunya, dari sisi bunga kredit, kalau di Malaysia itu bunga bank paling tinggi 5-6 persen, sedangkan di sini bisa 12-15 persen. “Bila kita sampai berbulan-bulan di sini, hanya untuk mengurus proses, tentu tidak efektif, makan biaya besar. Belum lagi untuk biaya investasinya,” tukas Dato.
Sebenarnya, berapa pun nilai investasi dibutuhkan pihaknya siap, jika memang pas. Namun, kalau biaya prosesnya saja hampir sama dengan modal investasi, tentu orang berpikir dua kali kalau mau inevstasi.
“Di Malaysia, one stop service itu sudah berlaku bagus sekali. Jadi, pengusaha kita sudah biasa proses cepat. Bila di sini, tidak bisa begitu, pasti orang Malaysia enggan inves. Makanya kita minta, Sumsel bisa memulainya paling lambat awal 2009 nanti,” harapnya.
Soal jenis investasi yang sudah diusulkan oleh working group dalam SOM IMT GT, dalam waktu dekat bakal inves kapal  khusus melayani angkutan barang dari Sumsel ke Malaysia. “Berapa gross ton nanti, akan kita dengar, mau berapa ukuran yang diinginkan dari pihak di sini,” pungkas Dato.
Sementara untuk kerjasama angkutan udara, sampai sekarang sudah cukup baik. Tak hanya Palembang-Malaysia-Singapura yang sudah terlayani, namun sekarang Aceh-Penang Malaysia juga sudah dimulai.
Director Asean Development Bank (ADB) David J Green Country Coordination and Regional Coorporate Devisi Southerm Asia Departemen, juga menyiapkan bantuan fasilitas dalam bentuk dana, jika memang ada pihak investor yang membutuhkan bantuan dana cash.
Bahkan, bantuan dalam bentuk fasilitas peralatan dan SDM pun, disiapkan khusus. Tak hanya sektor investasi yang siap diberikan bantuan, namun sektor sosial seperti bantuan bencana Aceh dan lainya juga ada.
“Ada fasilitas pendampingan pembuatan proposal keuangan, ada fasilitas pengembangan bisnis, ada juga fasilitas pembinaan leading sector prioritas dan ada juga project bantuan dana cash. Semua tinggal akses, kita sudah menempatkan perakilan di setiap negara dan wilayah,” ujar David singkat.
Hal ini disambut baik oleh para gubernur, tak hanya Gubernur Sumsel Mahyuddin NS yang hadir membuka acara kemarin. Ia berharap, forum ini bisa dijadikan pijakan menindaklanjuti hal-hal road map yang sudah dibahas dalam pertemuan IMT GT sebelumnya.
Kalau bicara soal komitmen, Pemda Sumsel telah menawarkan insentif pajak (take holidays) kepada pengusaha nanti, juga perpanjangan hak guna usaha dari 20 menjadi 25 tahun.
“Kita berharap, ada masukan bagus dalam pertemuan ini yang bisa disikapi bersama nanti. Sumsel siap berubah, demi kepentingan bersama,” tambah Mahyuddin yang juga menyebut Malaysia-Thailand siap menampung produk Sumsel. Kemudahan lain, bakal dikeluarkan kebijakanya, untuk membentuk fundamental perekonomian tiga negara ini menjadi kuat, sehingga tak terlalu bergantung dengan negara lain.
Begitupun dengan Gubernur Aceh Anwar Muhammad, mengaku butuh sekali perubahan bersama. “Kita ingin, khususnya pulau Sumatera ini nanti punya komitmen bersama, melakukan online one stop service. Jadi saat investor masuk di daerah manapun di pulau Sumatera, bisa langsung melihat potensi di kepulauan ini,” bebernya.
Selain itu, dengan sistem online, pola kerjasama saling menutupi dan memberikan masukan positif akan lebih cepat, untuk memperkuat perekonomian di pulau ini.
“Sumberdaya alam di Sumatera ini sudah lengkap, tinggal saling tukar saja. Bila ini terealisasi, ke depan akan dibangun infrastruktur satu jalur untuk kepulauan Sumatera, diharapkan bisa memudahkan arus ditribusi barang antar daerah,” pungkas dia. (ayu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: