* Lebih Dekat dengan Masjid Baitullah Sebagai Masjid Wisata (1)


Tidak Hanya Andalkan Wakaf dan Infak

Yayasan Masjid Besar Baitullah selain sebagai tempat ibadah juga merupakan satu-satunya masjid di Sumsel yang menyediakan gedung serba guna untuk repsepsi pernikahan. Apa dan bagaimanakah bentuk masjid tersebut? Berikut penelusurannya.

M. Asif Ardiansyah – PALEMBANG

Mencari Masjid Besar Baitullah tidak terlalu sulit.

Pasalnya masjid  yang berdiri sejak tahun 1987  dan diresmikan tahun 1989 ini tepat berada dipinggir jalan  Sultan Mansyur Bukit Lama atau biasa disebut jalan Tangga Buntung.
Jika anda menelusuri jalan ini Anda bisa langsung menemukannya karena ukuran tanahnya cukup luas sekitar 9000 meter persegi. Selain berdiri masjid dengan ukuran luas 39 x48 meter, di samping kiri masjid ini juga berdiri gedung serba guna,  disamping kanan dan bagian belakang berdiri bangunan gedung untuk  Tempat pendidikan anak (TPA).    Sedangkan di bagian depan ada  kantin  dan taman yang merupakan sarana takafur dan tasyakur. “Memang begitulah keadaan Masjid Besar Baitullah, selain tempat ibadah juga menyediakan berbagai fasilitas lain seperti gedung serba guna dan TPA,”ungkap Arif Lakoni, Garim Masjid Baitullah ketika dibincangi kemarin.
Garim juga mengatakan, untuk fasilitas gedung serba guna   yang ada disamping masjid  dengan ukuran luas 15 x 8 atau bisa menampung 800 orang biasanya tiap minggu ada yang menyewa. “Memang sih, tiap tahun tidak pool disewa warga karena ada bulan puasa. Namun demikian dari 11 bulan tersebut 75 persen biasanya disewa warga dengan harga Rp 4 juta sekali sewa ,”ujar Arifm seraya mengatakan untuk sekali sewa seharga Rp 4 juta itu pihaknya menyediakan 900 kursi.
Untuk TPA, lanjut Arif,  masjid merupakan wakif dari H Anas Syamsi warga Palembang asal Kampung Sulit Air Padang, menyediakan tiga ruangan dengan total sekitar 80 siswa. Siswa ini rata-rata merupakan warga di seputaran Masjid Besar Baitullah.
“Mereka biasanya belajar  pagi dan sore,”ungkap Arif sambil menyebut bahwa karena berbagai fasilitas inilah masjid ini  Tidak hanya mengandalkan wakaf dan infak. (*/bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: