Lumpur Lubai Keluarkan Gas

RADAR PALEMBANG, PRABUMULIH  – Peristiwa luapan lumpur di Desa Lubai Persada, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara enim, terus terjadi. Namun volume gas dan lumpur yang dihasilkan masih stabil.


Meski saat ini volume debit luapan lumpur telah mengecil, bahkan pangkul yang dibangun PT Pertamina EP Region Sumatera mampu menampung seluruh luapan lumpur yang menyembur, warga Desa Lubai kembali dirisaukan dengan semburan gas beracun yang gelombang semburannya mencapai 60 psi.
Gelombang semburan gas berkekuatan 60 psi ini muncul ke permukaan setelah semburan lumpur berhenti. Belum diketahui dampak negatif yang menghantui seluruh warga Desa Lubai akibat semburan gas yang hingga kemarin (22/10) belum menunjukkan pengurangan.. Bahkan dari hari ke hari kondisi gelombang semburan semakin memburuk.
Humas Pertamina EP Field Prabumulih, Syamsul menyampaikan telah dilakukan evakuasi jauh sebelum berhentinya semburan lumpur berganti dengan gas. Pertamina telah melakukan evakuasi dua keluarga yang lokasi semburan lumpur berada di lokasi perumahan mereka.
Mereka pun tidak dapat menempati rumah itu lagi, ujar Syamsul, karena terbenam lumpur. Parahnya semburan gas ini belum dapat di atasi secara optimal. Untuk pengaruh buruk dari semburan gas terhadap warga desa sekitar, semasa penduduk desa tidak mendekati lokasi semburan gas maka kecil kemungkinan terjadi hal yang tidak diinginkan semua pihak.
“Soalnya lokasi bekas semburan lumpur yang kini berganti gas itu, berjarak 300 meter lebih dari pemukiman penduduk lokal, cukup jauh dan cukup kecil kemungkinan buruk yang dapat menimpa penduduk. Kalau pun ada mungkin faktor human error yang menerobos masuk meski telah dipasang peringatan dilarang melintas atau bahkan menerobos masuk ke lokasi semburan,” tegasnya.
Meski demikian Pertamina sendiri belum mengetahui bahaya yang mengintai penduduk setempat, baik itu jenis racun yang terkandung dalam gas yang menyembur terus-menerus tanpa henti, dampak negatif bagi kesehatan penduduk bila terhirup gas secara berlebihan. Atau antisipasi yang dilakukan penduduk bila mengalami keracunan atau terganggu kesehatannya akibat gas tersebut.
Pertamina sendiri hingga kemarin, belum mendirikan posko bantuan informasi bagi penduduk setempat. Yang dapat memberikan pelayanan dan penyebaran informasi yang dapat menjadi acuan bagi penduduk bahaya yang sedang mereka hadapi.
Tidak hanya itu, jika dibiarkan semburan gas Lubai ini dapat menimbulkan trauma yang mendalam bagi penduduk sekitar.  “Bagaimana jika semburan gas ini mudah terbakar, dengan kondisi suhu cuaca yang cenderung panas menyengat menyebabkan terciptanya percikan api atau rumput, ilalang  kering terbakar dan menyambar semburan gas itu, bisa saja terjadi kebakaran hebat karena di picu gas yang menyembur tanpa henti,” ungkap Beni Sutikno, warga Desa Lubai yang khawatir dengan keadaan yang menimpa seluruh penduduk Desa Lubai.
(far)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: