Saat Mitan Langka dan Elpiji Belum Didistribusikan

Jeriken Dirantai Besi Sepanjang 30 Meter

Ibarat pepatah, ingin memeluk gunung apadaya tangan tak sampai. Demikian pula nasib pengguna minyak tanah (mitan) di Kabupaten Muara Enim, setelah adanya kesanggupan pihak Pertamina untuk segera merealisasikan program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram, kini masyarakat dihadapkan dengan kesulitan mendapatkan minyak tanah.

Pili Ardiansyah – MUARA ENIM

PANTAUN koran ini di sejumlah pangkalan, terlihat antrean panjang pembeli untuk mendapatkan minyak tanah secara berdesak-desakan dengan jeriken yang dirantai sejauh 30 meter lebih.
“Kita sudah lama menunggu untuk mendapatkan minyak tanah dari pagi tadi, antrean jeriken juga sudah panjang terpaksa kita ikut. Kondisi ini sudah berlangsung dalam bulan ini, dulu minyak tersedia stoknya di pangkalan sekali seminggu, kini menjadi sebulan sekali,” ungkap Sudiman (35), warga Jalan Pramuka IV Muara Enim, kemarin.
Demikian juga diungkapkan Sukmawati (28), warga Jalan Kenari Muara Enim, ia mengatakan ia sendiri telah lama mengantre sejak pukul 08.00 WIB, dan baru mendapatkan minyak tanah pukul 12.00WIB. Ia sendiri rela berdesak-desakan dan menunggu selama itu hanya untuk mendapatkan minyak tanah 10 liter dengan harga Rp 3.500 per liternya. “Kita dibatasi 10 liter, harganya Rp 3.500 per liter, jadi sama semua baik jeriken kecil maupun besar dapat 10 liter, katanya untuk berbagi rata,” jelasnya..
Senada salah satu pemilik pangkalan mitan di Kabupaten Muara Enim, Rohani (39) mengatakan jika pihaknya hanya mendapatkan pasokan sebanyak 3.000 liter atau 3 drum minyak tanah. Sebelumnya, kata dia tidak ada pembatasan pembelian minyak tanah dan waktu pengiriman sehingga pembeli bisa terlayani dengan baik. Hanya saja dalam waktu satu bulan ini pangkalan dibatasi oleh pihak Pertamina dan waktu pengiriman stok pun diundur menjadi satu bulan sekali.
Kadisperindag Muara Enim Faturrahman ketika dikonfirmasi membenarkan terjadinya kelangkaan minyak tanah di tingkat pangkalan. Menurutnya kelangkaan itu dipicu karena adanya rencana program konversi minyak tanah ke gas elpiji tabung 3 kilogram sehingga pasokan ke pangkalan pun dibatasi untuk memperkenalkannya ke masyarakat. “Jadi rencana Pertamina itu mau ditarik sedikit demi sedikit, tapi tidak seluruhnya ditarik, setiap pangkalan akan diberi pasokan tetap. Ini dilakukan sampai pihak Pertamina mulai membagikan tabung gas elpiji gratis tersebut, ya kalau sudah dikenalkan tabung gas elpiji kemungkinan akan stabil kembali,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: