UMKM Terlilit Bunga Pinjaman 40%

RADAR PALEMBANG, MARTAPURA – Karena kesulitan dalam mendapatkan modal, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) banyak yang terjebak dalam jeratan utang koperasi swasta. Akibatnya UMKM di OKU Timur sulit berkembang karena untungnya habis untuk membayar utang.


Sementara bagi pelaku UMKM, mereka tidak ada pilihan lain dalam mendapatkan modal selain kepada rentenir. Mau pinjam di bank mereka tidak memiliki agunan (jaminan) sedangkan ketika meminjam di koperasi seringkali tidak dapat.
Menurut Parno (36) salah satu pedagang ikan asin di pasar Martapura, dirinya terpaksa meminjam uang di rentenir karena tidak tahu lagi harus kemana mencari modal tambahan untuk usahanya. “Saat itu saya perlu uang mendadak, jadi daripada menghabiskan modal saya pikir lebih baik cari pinjaman dengan sistem pengembalian angsuran. Tapi ternyata pinjaman di lintah darat ini malah menghabiskan modal usaha saya,” imbuhnya.
Dikatakan Parno, dari pinjaman sebesar Rp 1 juta, dirinya hanya mendapatkan sebesar Rp 900 ribu. Kemudian, dari pinjaman tersebut dirinya diwajibkan membayar angsuran dengan total hingga Rp 1.200.000. “Mereka memang mengatasnamakan koperasi, tapi ternyata mencekik malah modal saya hamprr habis,” keluhnya.
Hal senada juga diungkapkan Kalimah (51) pedagang tahu di Pasar Martapura. Menurutnya banyak rekan mereka yang terjerat dengan lintah darat, karena tidak berpikir panjang sebelum melakukan pinjaman dengan lintah darat.
“Rata-rata mereka yang meminjam karena keperluan mendadak dan angsurannya dilakukan setiap hari jadi tidak terlalu berat. Padahal ternyata lintah darat ini melilit mereka dengan bunga sekitar 40 persen lebih,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal OKU Timur Marsyal Rustam Wahab mengatakan, pihaknya sudah berusaha mendorong koperasi dan UKM berkembang. Namun menurutnya tanggung jawab terhadap para pedagang yang terjerat utang tidak bisa ditimpakan kepada pihaknya.
“Kita sekadar memberi stimulan dengan menyalurkan dana bergulir dari pemerintah. Kita juga sudah memberi pelatihan kepada anggota koperasi tentang manajemen koperasi, untuk 2008 sudah kita adakan 6 kali pelatihan dan total dana yang kita bantukan sebesar Rp 300 juta,” jelasnya.
Ditambahkan Marsyal, sampai saat ini modal usaha yang telah digelontorkan untuk koperasi sejak awal 2007 mencapai Rp 735 juta. Dari jumlah tersebut sampai saat ini yang telah dikembalikan mencapai Rp 150 juta. “Sekarang belum memang belum mencapai batas akhir pengembalian karena batas akhir pengembalian hingga 2009 mendatang,” jelasnya. (awa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: