Bareskrim Terjun ke Lima Kota


Antisipasi Eksekusi Amrozi Awal November

RADAR PALEMBANG, EKSEKUSI-Rencana eksekusi Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudera mendapat perhatian khusus dari Bareskrim Polri. Pusat pengendali fungsi reserse se-Indonesia itu tak ingin kecolongan mengantisipasi keadaan keamanan pra dan paska eksekusi yang rencananya digelar awal November nanti. Tak kurang dari lima tim siap diturunkan ke sejumlah daerah. Tim itu di luar tim Baintelkam Polri dan Densus 88/Antiteror yang juga digelar di lapangan.


”Benar. Kami ingin mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang ada,” kata Direktur I/Keamanan dan Trans Nasional Bareskrim Brigjen Pol Badrodin Haiti di Mabes Polri kemarin (28/10). Menurutnya, keperluan untuk mengirim tim ke sejumlah daerah supaya polisi di level Mabes Polri langsung tanggap jika ada kejadian yang tidak diinginkan. ”Kami tidak ingin kebobolan,” tambah mantan Kapolda Sulteng itu.
Kabareskrim Irjen Pol Susno Duadji juga membenarkan perihal tim tersebut. Namun jenderal bintang dua itu enggan membeberkan wilayah mana yang jadi tujuan tim. ”Nanti ya. Saya rapat dulu dengan Kapolri,” katanya di Mabes Polri kemarin (28/10). Menurut informasi yang didapat koran ini, di dalam rapat itu, turut hadir Direktur Polisi Udara Brigjen Pol Bambang Tjahyono. Mereka membahas kemungkinan menerbangkan jenazah Amrozi dkk setelah di eksekusi ke asalnya masing-masing.
Sumber koran ini di lingkungan Bareskrim mengatakan selain Cilacap, tim akan turun di sejumlah tempat yang diperkirakan terkait dengan proses ekskusi itu. Kota yang lain itu adalah Serang, Banten dimana Imam akan dimakamkan dan Lamongan, Jatim, yang diperkirakan menjadi lokasi jujugan jenazah Amrozi dan Mukhlas. ”Solo dan Jogja juga menjadi perhatian karena di sana, pro dan kontra soal eksekusi, diperkirakan akan terjadi,” tambahnya. Bareskrim rencananya akan bersiaga penuh menjaga Jakarta di hari-hari itu.
Terpisah, Kapuspenkum Kejagung Jasman Pandjaitan mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan eksekusi kepada Kejaksaan Tinggi Bali. Sebagai eksekutor yuridis, kejaksaan akan berkoordinasi dengan eksekutor teknis, yakni kepolisian.
Jasman lantas menyebutkan pasal 3 ayat (1) UU No. 2/Pnps/1964, yaitu kepala polisi daerah tempat kedudukan pengadilan tersebut setelah mendengar nasehat jaksa tinggi/ jaksa yang bertanggung jawab untuk pelaksanaannya, menentukan waktu dan tempat pelaksanaan pidana mati.
Dia membantah pemberitaan yang menyebutkan eksekusi akan dilaksanakan pada tanggal 1-3 November. Menurutnya, kejaksaan tidak menyebutkan tanggal pasti. ”Yang jelas awal bulan,” katanya.

// Waspadai Penerus Amrozi cs //
Sementara, pengamat politik Islam dari Format (Forum Mubaligh Anshorut Tauhid), AM Ibadurahhaman, mengatakan personal-personal seperti amrozi cs tetap akan disebut mujahid oleh sebagian kelompok Islam. ‘’Artinya, sebuah kekeliruan jika beranggapan dengan mengeksekusi mati amrozi cs akan mematikan Jihad Fi Sabillillah. Orang seperti mereka akan terus ada,’’ terang Ibadurahhaman, kemarin.
Pria yang tercatat sebagai salah satu perumus Jamaah Anshorut Tauhid pimpinan Abu Bakar Ba’asyir ini menambahkan, eksekusi mati amrozi cs justru akan menjadi penyemangat tumbuhnya ribuan mujahid-mujahid. Dalam hal yang umum saja, kata dia, hal ini berlaku.
Misalnya, selepas sugeng dan sumiati (pelaku pembunuhan keluarga Purwanto di surabaya, Red) dieksekusi, munculah kasus Ryan yang membantai 11 korban. ‘’Apalagi keberlangsungan keberlangsungan Jihad yang dijamin oleh nash syariat, setidaknya seperti yang tertera dalam surat Al Baqorah ayat 193 dan Al Anfal ayat 39,’’ tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, Jihad akan berlangsung hingga hari kiamat dan keberadaan kelompok yang berjihad keberadaannya dijamin oleh Allah hingga hari kiamat sebagaimana hadits, akan senantiasa ada satu kelompok dari kaum muslimin yang berperang diatas kebenaran dan mereka meraih kemenangan dari musuh-musuh mereka hingga hari kiamat. ‘’Hadits itu tercatat dalam HR Muslim: Kitabul Imarah nomor 3549,’’ tuturnya.
Dengan demikian, sambung Ibadurahhaman, mereka yang beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Amrozi Cs bukan Jihad tapi sebuah kekerasan atas nama agama, justru menunjukan kedangkalan pemahaman mereka terhadap Jihad itu sendiri. Karena itu, dia memahami pendapat Ali Ghufron yang menyebut bahwa bom bali merupakan rangkaian dari apa yang dinamakan Jihad Perlawanan Islam Global.
Oleh sebab itu, dia menyarankan, baik kiranya pemerintah Indonesia mempertimbangkan kembali peran serta Indonesia dalam Global War of Terorisme di bawah komando Amerika. ‘’Karena tidak ada untungnya baik secara ekonomi maupun politik tapi justru bisa menjerumuskan bangsa ini pada kehancuran,’’ tegasnya.
Dia juga mengaku heran, saat Kejagung mengumumkan eksekusi Amrozi cs, seoalah memastikan bahwa umur Amrozi cs tinggal menghitung hari, bahkan situasipun menjadi atau dibikin menakutkan.
Misalnya, dia mencontohkan, kepanikan diciptakan mulai dari travel warning pemerintah Australia, penjagaan instalasi vital seperti pertamina di cilacap, penutupan nusa kambangan, hingga pernyataan Menkominfo yang mengharap pada media massa agar tidak menyebut Amrozi Cs sebagai syuhada, mujahid atau pahlawan. ‘’Yang jelas acaman eksekusi mati itu bukan takdir kematian bagi Amrozi cs baik secara jasad maupun cita-cita perjuangan mereka,’’ terangnya. (naz/fal/yun/jpnn)

Satu Tanggapan

  1. AMROZI CS ADALAH AWAL DARI EKSEKUSI2 BERIKUTNYA

    BANDAR, PRODUSEN NARKOBA YANG TELAH MEMBUNUH RIBUAN BAHKAN JUTAAN GENERASI DAN MENGHANCURKAN EKONOMI.

    KINI YANG DITAHANAN BERSIAP SELANJUTNYA

    KORUPTOR ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: